MataKita.co, Makassar – Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Pusat Program Kreativitas Mahasiswa dan Kewirausahaan Fakultas Hukum Unhas (UKM P2KMK FH-UH) melaksanakan Program TASIKOLASI (Pemberdayaan Pendidikan serta Kewirausahaan bagi Anak dan Remaja Berbasis Five Dimensions of Learning Agility) di Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Program tersebut ditutup dengan demonstrasi produk hasil karya peserta yang berlangsung di Kantor Kelurahan Rappokalling, Senin (6/7/2026).
TASIKOLASI merupakan bagian dari Program Mahasiswa Unhas Berkarya (MAHAKARYA) sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini menyasar 23 peserta yang terdiri atas 14 anak dan 9 remaja dari keluarga pemulung melalui kegiatan pendidikan dasar nonformal serta pelatihan kewirausahaan berbasis pemanfaatan limbah daur ulang.
Ketua Tim Pelaksana TASIKOLASI, Rolan Zulpatdli Saputra, mengatakan program tersebut dirancang sebagai upaya mendorong anak-anak dan remaja agar tetap memiliki semangat menempuh pendidikan sekaligus membangun keterampilan berwirausaha.
“Kami ingin anak-anak dan remaja di sini tidak lagi memandang pendidikan sebagai sesuatu yang kalah penting dibanding bekerja. Melalui TASIKOLASI, kami ingin menunjukkan bahwa pendidikan membuka peluang masa depan yang lebih baik, sementara limbah yang selama ini mereka kumpulkan juga dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi,” ujarnya.
Ketua Umum UKM P2KMK FH-UH, Nurkarmila, menjelaskan bahwa pelaksanaan program didasarkan pada hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih adanya anak-anak yang belum memperoleh akses pendidikan secara optimal.
“TASIKOLASI tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menanamkan pentingnya pendidikan sejak dini. Kami juga memberikan pelatihan pemanfaatan limbah daur ulang agar masyarakat mampu mengelola sampah menjadi produk yang bernilai serta mendukung kebersihan lingkungan,” katanya.
Dosen pendamping kegiatan, Andi Suci Wahyuni, S.H., M.Kn., mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan program yang menyentuh persoalan sosial di masyarakat. Menurutnya, TASIKOLASI mencerminkan kepedulian mahasiswa terhadap isu pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Lurah Rappokalling, Ismail Ilho, S.Sos., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia berharap kehadiran mahasiswa Unhas dapat memotivasi anak-anak dan remaja untuk terus melanjutkan pendidikan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan limbah sebagai sumber nilai ekonomi.
Melalui TASIKOLASI, mahasiswa Fakultas Hukum Unhas berharap lahir perubahan yang berkelanjutan di tengah masyarakat, baik dalam meningkatkan akses pendidikan maupun mengembangkan jiwa kewirausahaan berbasis pengelolaan limbah. Program ini juga diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang memadukan pendidikan, kepedulian sosial, dan ekonomi sirkular di lingkungan perkotaan.








































