MataKita.co, Sinjai – Sanggar seni tidak hanya berfungsi sebagai ruang pelestarian budaya, tetapi juga dapat menjadi media pembelajaran yang mewariskan pengetahuan lokal kepada generasi muda. Gagasan tersebut diwujudkan melalui program kerja mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin di Desa Lamatti Riaja, Kabupaten Sinjai.
Mahasiswa KKN Unhas, Irmana Dewi Hamza, melaksanakan program bertajuk Penguatan Peran Sanggar Seni sebagai Media Sosialisasi Pengetahuan Lokal dalam Masyarakat Pertanian Desa di Sanggar Seni Congkoe, Dusun Congkoe, Jumat (24/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti anak-anak sanggar dan masyarakat setempat.
Program ini bertujuan memperkuat fungsi sanggar seni sebagai ruang edukasi sekaligus media komunikasi sosial dalam menyampaikan pengetahuan lokal, khususnya yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pertanian. Melalui pendekatan seni, peserta diajak memahami bahwa nilai-nilai budaya, pengalaman hidup, dan kearifan lokal dapat diwariskan secara kreatif kepada generasi muda.
Kegiatan diawali dengan penampilan Tari Paduppa yang dibawakan anak-anak Sanggar Seni Congkoe sebagai simbol penghormatan terhadap budaya lokal. Selanjutnya, Kepala Dusun Congkoe, Satri, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program yang dinilai mampu melibatkan masyarakat sekaligus mendorong partisipasi generasi muda dalam menjaga warisan budaya.
Dalam sesi edukasi, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya melestarikan pengetahuan lokal dan memanfaatkan seni sebagai media penyampaian pesan sosial. Mahasiswa juga mengajak masyarakat melihat seni tidak hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai sarana memperkuat identitas budaya, mempererat hubungan sosial, serta mendukung keberlanjutan pengetahuan lokal di lingkungan desa.
Salah seorang perwakilan Dasawisma mengapresiasi keberadaan Sanggar Seni Congkoe yang dinilai telah menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan bakat. Ia berharap sanggar tersebut terus berkembang dan menjadi salah satu ikon kebanggaan Dusun Congkoe.
Irmana Dewi Hamza mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai fungsi sanggar seni sebagai ruang belajar bersama.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa seni tidak hanya berkaitan dengan pertunjukan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan pengetahuan lokal serta memperkuat nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat desa,” ujarnya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berupaya mendorong pemanfaatan potensi budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan masyarakat. Ke depan, Sanggar Seni Congkoe diharapkan terus berkembang tidak hanya sebagai pusat kegiatan seni, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang memperkuat hubungan sosial, budaya, dan pengetahuan lokal di Desa Lamatti Riaja.







































