Beranda Kampus LENTERA Barana Jadi Puncak KKN Tematik Literasi Unhas di Jeneponto

LENTERA Barana Jadi Puncak KKN Tematik Literasi Unhas di Jeneponto

0

MataKita.co, Jenepnto — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Barana menggelar LENTERA Barana atau Lomba dan Apresiasi Literasi Tingkat Desa Barana, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Barana, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, itu menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian program literasi mahasiswa KKN Unhas di desa tersebut.

LENTERA Barana menghadirkan dua kategori perlombaan, yakni Lomba Mewarnai untuk tingkat TK/RA/sederajat serta GEMA BACA Challenge bagi siswa kelas V-VI SD/MI/sederajat.

Anak-anak dari sejumlah sekolah di Desa Barana mengikuti kegiatan tersebut. Orang tua dan guru juga turut hadir memberikan dukungan kepada para peserta.

Penanggung jawab LENTERA Barana, Muhajirin Mustamin, mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang kompetisi bagi anak-anak, tetapi juga dirancang sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya menumbuhkan minat baca.

“LENTERA Barana merupakan puncak sekaligus penutup dari rangkaian KKN Tematik Literasi Gelombang 116 Universitas Hasanuddin di Desa Barana. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan minat baca sekaligus memberikan pengalaman literasi yang menyenangkan bagi anak-anak,” kata mahasiswa Ilmu Politik Unhas angkatan 2023 tersebut.

Menurut Muhajirin, pendekatan literasi melalui perlombaan dipilih untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi anak-anak. Dengan demikian, kegiatan membaca dan pengembangan kreativitas dapat diperkenalkan melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian mereka.

Salah satu juri Lomba Mewarnai, Fatmawati, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan LENTERA Barana. Menurut dia, tingginya partisipasi tidak hanya terlihat dari anak-anak yang mengikuti lomba, tetapi juga dari dukungan para orang tua.

“Kami sangat senang dan bangga melihat antusiasme tinggi dari anak-anak maupun orang tua di Desa Barana,” ujar Fatmawati.

Ia berharap kegiatan literasi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Keberadaan Perpustakaan Energi Muda Desa Barana juga diharapkan dapat semakin diperkuat sebagai ruang kegiatan literasi bagi masyarakat, terutama anak-anak.

“Kami berharap Perpustakaan Energi Muda semakin dikenal luas dan aktif menjadi pusat kegiatan literasi masyarakat, khususnya anak-anak. LENTERA Barana juga diharapkan tidak berhenti sebagai acara seremonial, tetapi dapat diagendakan secara rutin, misalnya menjadi agenda tahunan desa,” tuturnya.

Bagi mahasiswa KKN, LENTERA Barana sekaligus menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian di bidang literasi yang mereka jalankan di Desa Barana.

Meski program KKN berakhir, mahasiswa berharap aktivitas literasi yang telah dirintis dapat terus berlanjut melalui keterlibatan pemerintah desa, sekolah, perpustakaan, orang tua, dan masyarakat.

Dengan kolaborasi tersebut, LENTERA Barana diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan penutup KKN, tetapi juga menjadi pemantik bagi tumbuhnya kebiasaan membaca dan ruang-ruang kreatif bagi anak-anak di Desa Barana.

Facebook Comments Box