MataKita.co, Maros – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar pelatihan pembuatan pestisida nabati berbahan dasar bawang putih di Kantor Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Kamis (9/7/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan Stefani Arryanlele, mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Unhas. Pelatihan diikuti ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), anggota Majelis Dzikir Minasa Upa, ibu rumah tangga, serta warga setempat.
Stefani menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan kepada masyarakat pemanfaatan bahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai alternatif pestisida untuk tanaman.
Menurut dia, bawang putih tidak hanya digunakan sebagai bumbu dapur, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pestisida nabati untuk membantu mengendalikan organisme pengganggu tanaman.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa bahan yang sehari-hari tersedia di dapur, seperti bawang putih, juga dapat dimanfaatkan untuk tanaman. Cara pembuatannya relatif sederhana sehingga dapat dicoba sendiri oleh masyarakat di rumah,” kata Stefani.
Praktik Langsung Pembuatan Pestisida
Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai keunggulan dan potensi bawang putih sebagai bahan pestisida nabati. Peserta juga mendapat penjelasan mengenai cara pembuatan dan penggunaannya pada tanaman.
Setelah penyampaian materi, Stefani mempraktikkan secara langsung proses pembuatan pestisida nabati berbahan bawang putih di hadapan peserta. Demonstrasi tersebut dilakukan agar masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memahami tahapan pembuatannya.
Stefani mengatakan, metode praktik langsung dipilih agar peserta lebih mudah memahami proses pembuatan dan nantinya dapat mencoba secara mandiri di rumah.
“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, masyarakat tidak hanya mengetahui manfaat bawang putih untuk tanaman, tetapi juga mampu membuat pestisida nabati sendiri dengan bahan yang mudah diperoleh,” ujarnya.
Untuk membantu peserta mempraktikkan kembali materi yang diperoleh, mahasiswa KKN Unhas membagikan brosur berisi panduan pembuatan pestisida nabati dari bawang putih.
Kegiatan mendapat antusiasme dari peserta, khususnya ibu rumah tangga. Sejumlah peserta mengaku baru mengetahui bahwa bawang putih yang selama ini lebih dikenal sebagai bumbu dapur juga dapat dimanfaatkan dalam perawatan tanaman.
Pada akhir kegiatan, pestisida nabati yang telah dibuat dibagikan kepada sejumlah peserta untuk dicoba pada tanaman di lingkungan rumah masing-masing.
Stefani berharap pelatihan tersebut dapat menjadi langkah sederhana untuk mendorong masyarakat Desa Minasa Upa memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar mereka dalam merawat tanaman.
Selain memberikan alternatif yang mudah diterapkan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan bahan nabati dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman.







































