Matakita.co, Makassar — Universitas Hasanuddin (Unhas) terlibat dalam penyusunan cetak biru pengembangan kawasan kampus Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Barombong, Makassar.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (SPK) penyusunan Detail Engineering Design (DED) antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unhas dan Poltekpel Barombong, Jumat (28/8/2026).
LPPM Unhas diwakili Wakil Ketua Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Prof. Ir. Muhammad Arsyad, S.P., M.Si., Ph.D. Sementara itu, Poltekpel Barombong diwakili direkturnya, Capt. Sidrotul Muntaha, M.Si., M.Mar.
Penandatanganan yang berlangsung di Kampus Poltekpel Barombong tersebut disaksikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan, Dr. Suharto, ATD., M.M.
Arsyad mengatakan, penyusunan DED menjadi ruang bagi Unhas untuk mengoptimalkan kepakaran akademik dalam mendukung pengembangan infrastruktur pendidikan vokasi, khususnya di bidang kemaritiman.
“Kepercayaan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui kontribusi keilmuan dan kepakaran untuk mendukung pengembangan sektor maritim,” kata Arsyad.
Tim ahli Unhas akan menyusun rancangan pengembangan kawasan secara terpadu. Lingkup perencanaan meliputi gedung kampus, perkantoran, aula, wisma tamu, poliklinik, serta fasilitas penunjang seperti ruang generator set atau genset.
Menurut Arsyad, penyusunan dokumen secara terperinci diperlukan agar pembangunan dapat dilaksanakan secara terarah dan sesuai dengan kebutuhan akademik serta operasional Poltekpel Barombong.
“Unhas menyusun dokumen DED secara detail agar dapat memudahkan pihak Poltekpel dalam melaksanakan pembangunan. Perencanaan yang matang penting untuk memastikan fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan mendukung proses pendidikan,” ujarnya.
Direktur Poltekpel Barombong, Capt. Sidrotul Muntaha, berharap penyusunan DED dapat segera diselesaikan dan dijadikan acuan dalam menentukan arah pengembangan kawasan kampus.
Dokumen tersebut juga akan digunakan sebagai dasar dalam menetapkan prioritas, mengambil keputusan, dan menyusun anggaran pembangunan.
“Melalui DED ini, kami ingin memastikan setiap rencana pengembangan kampus memiliki dasar perencanaan yang kuat. Hasil kajian bersama Unhas akan menjadi pijakan dalam menentukan prioritas pembangunan Poltekpel Barombong ke depan,” kata Sidrotul.
Kerja sama tersebut diharapkan menghasilkan rancangan fasilitas yang terukur, fungsional, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan vokasi kemaritiman.
Kolaborasi ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama tujuan keempat mengenai pendidikan berkualitas dan tujuan kesembilan mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur.








































