MataKita.co, Makassar — Universitas Hasanuddin (Unhas) mendukung pelaksanaan Program Talenta Unggul Nasional (TUNAS) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan menjadi lokasi pelaksanaan tes untuk peserta di wilayah Sulawesi.
Direktur Kemahasiswaan Unhas, Prof. Dr. Ir. Suhasman, S.Hut., M.Si., IPM., mengatakan, keterlibatan Unhas dalam program tersebut sebatas sebagai tuan rumah dan penyedia fasilitas pelaksanaan tes. Adapun proses kurasi, seleksi, dan pemanggilan alumni sepenuhnya dilakukan Kemdiktisaintek.
“Tidak ada prosedur khusus yang disiapkan Unhas untuk menentukan alumni yang mengikuti program ini. Kita tidak mendesain atau merekomendasikan alumni tertentu. Proses seleksi dan pemanggilan sepenuhnya dilakukan oleh Kemdiktisaintek, sementara Unhas berperan memfasilitasi pelaksanaan tes,” kata Suhasman, Senin (21/9/2026).
Dalam proses penjaringan peserta, penyelenggara TUNAS menggunakan data lulusan dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Alumni yang masuk dalam hasil kurasi kemudian dihubungi secara langsung melalui alamat surat elektronik yang tercatat dalam basis data.
Untuk wilayah Sulawesi, sasaran program antara lain berasal dari alumni Unhas dan Universitas Sam Ratulangi. Secara nasional, Database Talenta Unggul mencakup 51.128 lulusan terbaik dalam lima tahun terakhir dari 50 program studi prioritas pada perguruan tinggi yang telah ditentukan.
Suhasman mengajak alumni yang memperoleh undangan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Menurut dia, TUNAS dapat menjadi salah satu jalur yang mempertemukan talenta lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja.
“Ketika ada peluang seperti TUNAS, tentu ini sangat baik bagi alumni karena membuka jalur menuju perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi dan membutuhkan talenta unggul,” ujarnya.
Program TUNAS dirancang untuk memetakan talenta dan membentuk talent pool sumber daya manusia strategis nasional. Proses pemetaan dimulai melalui undangan personal kepada peserta, pengisian kuesioner mengenai minat dan rekam jejak, kemudian dilanjutkan dengan tes IQ serta Tes Spirit & Grit.
Talenta yang telah dipetakan selanjutnya akan dipadankan dengan kebutuhan sumber daya manusia pada delapan bidang strategis nasional, yakni pangan, kesehatan, energi, hilirisasi dan industrialisasi, kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, material dan manufaktur maju, pertahanan, serta maritim.
Rangkaian TUNAS berlangsung sepanjang September-Oktober 2026. Setelah kurasi basis data dan pengiriman undangan personal, peserta menjalani pengisian kuesioner pemetaan. Tahapan berikutnya meliputi pemetaan kluster, tes IQ, Tes Spirit & Grit, hingga masuk dalam Database Talenta Unggul Nasional.
Pelaksanaan tes dibagi ke dalam 15 kluster wilayah. Unhas menjadi lokasi pelaksanaan untuk kluster Sulawesi. Peserta tidak harus mengikuti tes di perguruan tinggi asal, tetapi dapat memilih lokasi kluster terdekat berdasarkan domisili aktual.
Keterlibatan Unhas dalam program tersebut menjadi bagian dari dukungan perguruan tinggi terhadap pengembangan talenta lulusan sekaligus memperluas peluang alumni untuk terhubung dengan kebutuhan dunia kerja dan sektor-sektor strategis nasional.








































