MataKita.co, Jeneponto — Universitas Hasanuddin (Unhas) mencatat produksi sekitar 60 ton udang vaname (Litopenaeus vannamei) dari 11 kolam tambak yang dikelola di Desa Tamalate, Borong Tala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Produksi tersebut merupakan akumulasi hasil panen sejak Agustus 2026. Sementara proses pemanenan telah dimulai sejak Juni dengan menerapkan sistem panen parsial atau penjarangan berdasarkan pertumbuhan dan kepadatan udang di setiap kolam.
Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., meninjau langsung proses panen pada Minggu (27/9/2026). Panen dilakukan menggunakan perangkat bagan yang telah dipersiapkan sekitar satu jam sebelumnya untuk meminimalkan stres pada udang.
“Sekitar satu jam sebelumnya kita sudah siapkan perangkatnya. Jadi, udang tidak perlu dikejar atau dipancing terlebih dahulu. Kita mengupayakan proses panen berlangsung dengan lebih tenang,” ujar Prof. Jamaluddin Jompa atau Prof. JJ.
Memasuki September, sejumlah kolam mulai menjalani panen total untuk mengakhiri siklus budidaya. Setelah panen, kolam akan dibersihkan dan dipersiapkan sebelum memasuki siklus budidaya berikutnya.
Udang yang dipanen memiliki ukuran berkisar 32 hingga 80. Variasi tersebut menunjukkan perbedaan tingkat pertumbuhan udang pada masing-masing kolam.
Menurut Prof. JJ, pengelolaan tambak tidak semata-mata berorientasi pada jumlah produksi. Setiap tahapan budidaya, mulai dari pengaturan kepadatan, penentuan waktu panen, teknik pemanenan, hingga pengelolaan kolam setelah panen, dilakukan secara terukur untuk menjaga keberlanjutan produksi.
Tambak Unhas di Jeneponto juga dimanfaatkan sebagai ruang penerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan di bidang perikanan.
“Dari sisi akademik, tambak Unhas di Jeneponto juga memiliki fungsi sebagai ruang penerapan dan pengembangan pengetahuan di bidang perikanan. Data produksi dan proses budidaya yang diperoleh dari lapangan dapat digunakan untuk mengevaluasi efisiensi teknik budidaya udang vaname serta mendukung pengembangan teknologi perikanan berbasis kondisi lingkungan setempat,” kata Prof. JJ.
Unhas berharap pengelolaan tambak secara bertahap dapat menjaga produktivitas sekaligus memperkuat pemanfaatannya sebagai laboratorium lapangan untuk pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi di bidang perikanan.
Makassar, 27 September 2026
Kepala Subdirektorat Humas dan Dokumentasi
Direktorat Komunikasi/Sekretariat Rektor
Universitas Hasanuddin
Ishaq Rahman








































