Beranda Kampus Jadi Professor Olahraga Termuda, Prof Ilham Kamaruddin Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar...

Jadi Professor Olahraga Termuda, Prof Ilham Kamaruddin Resmi Dikukuhkan Sebagai Guru Besar FIKK UNM

0
Prof. Dr. Ilham Kamaruddin

Matakita.co, Makassar – Universitas Negeri Makassar melalui Sidang Terbuka Luar Biasa resmi mengukuhkan Prof. Dr. Ilham Kamaruddin sebagai Guru Besar FIKK UNM dalam bidang Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Senin (25/5/2026).

Dalam pengukuhan tersebut, Prof. Ilham menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Integrasi Physical Literacy dalam Pendidikan Jasmani dan Kesehatan: Membangun Generasi Sehat dan Aktif Menuju Indonesia Emas 2045.”

Pada orasinya, Guru besar asal Kabupaten Sinjai itu menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda Indonesia, khususnya meningkatnya gaya hidup sedentari dan rendahnya tingkat kebugaran jasmani anak maupun pemuda Indonesia.

Berdasarkan data yang dipaparkan, hanya 6,79 persen anak usia 10–15 tahun yang memiliki tingkat kebugaran jasmani kategori baik, sementara mayoritas masih berada pada kategori kurang hingga sangat kurang.

Menurutnya, pendidikan jasmani dan kesehatan harus menjadi garda terdepan dalam membangun sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045 melalui pendekatan physical literacy atau literasi gerak.

“Physical literacy bukan sekadar kemampuan olahraga, tetapi bagaimana membangun motivasi, kepercayaan diri, pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan hidup aktif sepanjang hayat. Ini adalah investasi besar untuk menciptakan generasi sehat, aktif, dan berdaya saing global,” ujar Prof. Ilham dalam orasinya.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi literasi gerak dalam kurikulum pendidikan nasional. Menurutnya, literasi gerak layak menjadi literasi dasar ketujuh di Indonesia karena menjadi fondasi penting bagi perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan kesehatan peserta didik.

Selama karier akademiknya, Prof. Ilham aktif melakukan penelitian dan publikasi ilmiah di bidang pendidikan jasmani, kesehatan olahraga, aktivitas fisik, hingga pengembangan model pembelajaran berbasis teknologi. 

Dalam lima tahun terakhir, ia tercatat menghasilkan delapan publikasi internasional bereputasi serta puluhan artikel nasional terakreditasi.

Dedikasinya di dunia pendidikan dan olahraga turut mengantarkannya meraih sejumlah penghargaan, termasuk Satya Lencana 10 Tahun dari Presiden Republik Indonesia pada 2021.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT