Matakita.co, Pinrang- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan Seminar Program Kerja di Desa Sikkuale, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Selasa (07/07/2026), sebagai langkah awal pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat untuk memaparkan program kerja utama serta enam program kerja individu yang akan dilaksanakan selama masa KKN.
Program kerja utama yang dipresentasikan adalah Optimalisasi Identitas Wilayah Desa melalui Pembuatan Plang Penanda Desa dan Penanda Dusun, yang bertujuan memperjelas identitas wilayah melalui pemasangan plang pembatas desa, pembatas dusun, serta penanda rumah Kepala Desa dan Sekretaris Desa. Selain itu, mahasiswa juga memperkenalkan program individu yang berfokus pada edukasi GEMARIKAN, sejarah budaya lokal, pencegahan bullying, edukasi gemar menabung, pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair, serta revitalisasi posyandu dan puskesdes di Desa Sikkuale.
Koordinator Desa KKN-T Inovasi Desa 116, Muh. Agus Nugraha, menyampaikan bahwa seluruh program telah disusun berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama pemerintah desa sehingga diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap seluruh program kerja yang telah dirancang dapat terlaksana dengan baik melalui kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan tidak hanya memberikan solusi atas kebutuhan yang ada, tetapi juga menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi Desa Sikkuale,“ ujarnya.
Kepala Desa Sikkuale, H. Abdul Asistan, menyambut baik seluruh program kerja yang ditawarkan mahasiswa KKN-T Inovasi Desa 116. Ia menilai program-program tersebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat setempat, khususnya dalam penataan identitas wilayah dan peningkatan kualitas layanan sosial.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh seluruh program yang telah dipaparkan. Semoga program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat DesaSikkuale, baik dari sisi penataan wilayah maupun peningkatan kesadaran akan kesehatan, lingkungan, dan pendidikan,” ungkapnya.
Sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mendukung pembangunan desa yang lebih tertata, inovatif, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (**)







































