Matakita.co, Makassar – Yayasan Pendidikan An-Nas Az-Zahra Indonesia Sulawesi Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kekuatan spiritual peserta didik. Melalui pembiasaan ibadah yang konsisten serta penerapan Metode Ummi dalam pembelajaran Al-Qur’an, yayasan ini berhasil menumbuhkan budaya belajar yang sarat makna dan nilai-nilai keislaman.
Di lingkungan sekolah, aktivitas ibadah bukan sekadar rutinitas harian, melainkan telah menjadi bagian dari budaya yang hidup dan mengakar. Shalat berjamaah, doa bersama, hingga pembiasaan adab dalam setiap interaksi menjadi fondasi dalam membentuk pribadi siswa yang disiplin, santun, dan dekat dengan nilai-nilai agama.
Ketua Yayasan Pendidikan An-Nas Az-Zahra Indonesia Sulsel, Fatimah Azzahra Nasiruddin, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pendidikan sejatinya harus mampu menyentuh hati dan membentuk jiwa.
“Pendidikan bukan sekadar tentang ilmu pengetahuan, tetapi tentang bagaimana kita menanamkan nilai-nilai keimanan yang akan menjadi cahaya dalam kehidupan anak-anak kita. Ketika ibadah telah menjadi kebiasaan, dan Al-Qur’an menjadi sahabat dalam keseharian, maka di situlah kita sedang membangun generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati yang hidup. Inilah ikhtiar kami, menghadirkan pendidikan yang menyentuh jiwa, bukan hanya mengisi pikiran,” tuturnya penuh harap.
Senada dengan itu, Sekretaris Yayasan, Nurfadilah Nasiruddin, S.IP., M.Si., menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjaga konsistensi program yang telah berjalan.
“Perjalanan ini tidak mudah, namun dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, setiap langkah terasa lebih ringan. Kami percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan secara konsisten. Dengan pembiasaan ibadah dan penerapan Metode Ummi, kami ingin memastikan bahwa setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang menuntun mereka menuju kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat,” ungkapnya.
Di sisi lain, penerapan Metode Ummi menjadi salah satu kekuatan utama dalam membimbing siswa mencintai Al-Qur’an. Dengan pendekatan yang sistematis, menyenangkan, dan berorientasi pada kualitas bacaan, para siswa tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta yang mendalam terhadap kitab suci tersebut.
Peran guru menjadi sangat penting dalam mewujudkan hal tersebut. Salah satu guru, Anita, S.Pd.I., Gr, menunjukkan dedikasi luar biasa dalam membangun generasi Qur’ani. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, ia tetap teguh dan penuh semangat dalam menjalankan tugasnya.
Baginya, setiap huruf Al-Qur’an yang diajarkan adalah amal jariyah yang tak ternilai. Meski prosesnya tidak selalu mudah, ia tetap optimis karena adanya dukungan dari sesama rekan guru.
“Alhamdulillah, kami tidak berjalan sendiri. Ada kebersamaan yang luar biasa di antara para guru. Kami saling menguatkan, saling mendukung, dan bekerja bersama dalam satu tujuan: melahirkan generasi Qur’ani yang membanggakan. Dari sinilah semangat itu terus hidup,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Sinergi antara pembiasaan ibadah, penerapan Metode Ummi, serta dedikasi para pendidik menjadikan Yayasan Pendidikan An-Nas Az-Zahra Indonesia Sulsel sebagai lingkungan belajar yang tidak hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga melahirkan insan yang berakhlak mulia, beriman, dan siap menghadapi masa depan dengan pondasi nilai yang kokoh.








































