MataKita.co, Bone – Puluhan calon teknisi, petani muda, dan pengurus Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Lamellong mengikuti pelatihan perakitan teknologi pertanian cerdas di Balai Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone, Rabu (5/8/2026).
Pelatihan yang digagas Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKM Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (KPI) Universitas Hasanuddin (Unhas) itu menjadi bagian dari Program Mannennungeng untuk mendorong alih teknologi sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat mengelola teknologi pertanian secara mandiri.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari perakitan dua perangkat utama, yakni Uwai Tuo Mannennungeng, sistem irigasi Smart Hydro Loop berbasis Internet of Things (IoT), serta Warani Mannennungeng, perangkat pengendali hama ramah lingkungan.
Pelatihan dilakukan dengan pendekatan praktik langsung. Peserta diperkenalkan pada berbagai komponen perangkat, kemudian belajar menyusun rangkaian sensor hingga memasang panel surya. Tim mahasiswa mendampingi setiap tahapan agar peserta memahami fungsi komponen dan prinsip kerja perangkat.
Uwai Tuo Mannennungeng merupakan sistem irigasi berbasis IoT dengan sumber energi tenaga surya. Perangkat tersebut dirancang untuk mendukung penerapan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang pada lahan pertanian.
Melalui sensor yang memantau tinggi muka air secara real-time, sistem tersebut membantu petani mengatur siklus basah dan kering lahan secara lebih presisi. Teknologi itu diklaim dapat menghemat penggunaan air hingga 25 persen.
Selain sistem irigasi, peserta merakit Warani Mannennungeng. Perangkat tersebut mengombinasikan light trap otomatis dan solar ultrasonic pest repeller sebagai alternatif pengendalian hama untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.
Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., mengatakan pelatihan perakitan menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian teknologi di tingkat desa.
“Kami ingin teknologi ini tidak hanya menjadi milik tim mahasiswa, tetapi benar-benar dimiliki dan dirawat oleh masyarakat. Melalui sesi perakitan ini, para calon teknisi, petani muda, dan pengurus P4S Lamellong belajar langsung merakit dan memahami cara kerja alat,” kata Fadel.
Menurut dia, penguasaan teknologi oleh masyarakat diperlukan agar perangkat tetap dapat dioperasikan dan dikembangkan setelah program mahasiswa berakhir.
“Ini adalah investasi jangka panjang untuk keberlanjutan program setelah kami selesai mengabdi,” ujarnya.
Salah seorang petani muda, Dimas, mengatakan pelatihan tersebut memberinya pengalaman baru karena dapat mempelajari langsung pemasangan komponen teknologi pertanian.
“Kami selama ini hanya mendengar tentang alat ini, tetapi belum pernah melihat dan merakitnya secara langsung. Hari ini kami diajarkan bagaimana memasang sensor dan panel surya dengan benar,” kata Dimas.
Menurut dia, keterampilan tersebut membuat peserta lebih percaya diri untuk mengoperasikan perangkat secara mandiri di lahan pertanian.
Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, mengatakan keterlibatan P4S Lamellong penting untuk memastikan pengetahuan mengenai teknologi tersebut dapat diteruskan kepada petani lainnya.
“P4S Lamellong adalah pusat pembelajaran petani di desa ini. Dengan melibatkan mereka dalam perakitan alat, kami memastikan pengetahuan ini tidak hanya berhenti pada individu, tetapi dapat ditularkan kepada petani lain melalui pelatihan-pelatihan yang akan datang,” ujarnya.
Pengurus P4S Lamellong juga menyatakan komitmen untuk memasukkan materi perakitan Smart Hydro Loop dalam agenda pelatihan mendatang.
Dengan pendekatan tersebut, Program Mannennungeng tidak hanya memperkenalkan perangkat teknologi kepada masyarakat, tetapi juga membekali petani dan calon teknisi dengan kemampuan mengoperasikan, merawat, serta mengembangkannya secara mandiri.
Program ini diharapkan mendukung penerapan pertanian cerdas yang lebih efisien dalam penggunaan air, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone.








































