MataKita.co, Makassar — Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan FreshPax, inovasi kertas aktif penyerap gas etilen untuk membantu memperpanjang masa simpan buah dan sayuran.
Produk bernama lengkap Natural Ethylene Absorbent Active Paper Sheet tersebut diperkenalkan dalam expo kewirausahaan pada 12 Februari 2026. Kehadiran FreshPax menjadi bagian dari upaya mahasiswa menawarkan solusi terhadap kehilangan pangan (food loss) dan pemborosan pangan (food waste), khususnya yang berkaitan dengan penanganan pascapanen.
Selama expo berlangsung, FreshPax bergabung dalam stan bersama dua inovasi mahasiswa lainnya, Aseguard dan Patellu. Pengunjung dapat melihat langsung bentuk produk dan desain kemasan sekaligus berdiskusi dengan tim mengenai cara kerja serta potensi penerapan FreshPax dalam penyimpanan buah dan sayuran.
FreshPax dikembangkan dalam bentuk lembaran kertas aktif berbahan dasar kulit jeruk pomelo dan arang aktif. Produk tersebut merupakan hasil kolaborasi mahasiswa Unhas dari sejumlah disiplin ilmu.
Tim FreshPax diketuai Eky Sanjaya dari Program Studi Ekonomi Pembangunan dengan anggota Miftah Auliatinur (Ilmu dan Teknologi Pangan), Nur Amalia (Farmasi), Fathan Wibowo (Sistem Informasi), dan Muhammad Ilham Fadillah (Akuntansi). Pengembangan produk dilakukan di bawah bimbingan Dr. Shinta Dewi Sugiharti Tikson, S.E., M.Mgt.
Manfaatkan Limbah Kulit Jeruk Pomelo
Pengembangan FreshPax berangkat dari persoalan kerugian pascapanen buah dan sayuran akibat proses pematangan. Pada sejumlah buah klimakterik, seperti pisang, mangga, alpukat, dan pepaya, gas etilen yang dihasilkan secara alami berperan dalam mempercepat proses pematangan.
Kondisi tersebut dapat memperpendek masa simpan sehingga berpotensi menimbulkan kerugian, baik pada tingkat rumah tangga maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak dalam distribusi dan penjualan buah segar.
Untuk menjawab persoalan itu, tim memanfaatkan kulit jeruk pomelo sebagai salah satu bahan utama FreshPax. Limbah tersebut diolah untuk memanfaatkan kandungan selulosa, pektin, dan polifenol dalam pembentukan lembaran kertas aktif.
Sementara itu, arang aktif digunakan sebagai komponen penyerap gas etilen. Kombinasi tersebut dirancang untuk membantu memperlambat proses pematangan sekaligus mempertahankan kesegaran produk hortikultura selama penyimpanan.
FreshPax dibuat dalam bentuk lembaran berukuran 31 x 27 sentimeter. Penggunaannya relatif sederhana, yakni dengan meletakkan lembaran di bawah atau di sekitar buah dan sayuran selama penyimpanan.
Selain menawarkan fungsi penyerapan etilen, tim mengembangkan FreshPax dengan pendekatan ramah lingkungan. Pemanfaatan limbah kulit jeruk pomelo juga diarahkan untuk mendukung prinsip ekonomi sirkular dengan mengolah bahan yang sebelumnya menjadi limbah menjadi produk bernilai tambah.
Kampanyekan #AmankanPangan
Setelah diperkenalkan melalui expo, tim berencana memperluas pemasaran FreshPax melalui media sosial, marketplace, pameran kewirausahaan, serta membangun kemitraan dengan UMKM yang bergerak di bidang buah dan sayuran.
Tim PKM-K Unhas juga mengembangkan kampanye edukasi bertajuk #AmankanPangan. Kampanye tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengurangi food loss dan food waste melalui pengelolaan dan penanganan pascapanen yang lebih baik.
Melalui pengembangan FreshPax, tim berharap inovasi berbasis limbah organik tersebut tidak hanya menjadi produk kewirausahaan mahasiswa, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi alternatif praktis untuk membantu masyarakat dan pelaku usaha mempertahankan kualitas buah dan sayuran selama penyimpanan.








































