Beranda Lensa Eco Bhinneka Muhammadiyah Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Gowa

Eco Bhinneka Muhammadiyah Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Gowa

0

MataKita.co, Gowa — Eco Bhinneka Muhammadiyah Regional Sulawesi Selatan mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan wisata Desa Manimbahoi, Kabupaten Gowa. Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan pembuatan ecobrick dan aksi penanaman pohon bersama. Minggu, (30/8/2026).

Kegiatan ini melibatkan sekitar 40 peserta dari berbagai organisasi kepemudaan Muhammadiyah dan komunitas pemuda setempat. Mereka terdiri atas perwakilan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Gowa, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Nasyiatul Aisyiyah (NA), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), tokoh pemuda lokal, serta pengelola destinasi wisata Lembah Loe dan Pendakian Gunung Bulubaria.

Pelatihan ecobrick tersebut merupakan bagian dari upaya Eco Bhinneka Muhammadiyah menghadirkan solusi praktis terhadap persoalan sampah plastik, khususnya di kawasan destinasi wisata yang menjadi titik kunjungan masyarakat.

Focal Point Eco Bhinneka Muhammadiyah Regional Sulawesi Selatan, Elbu Bahtiar, mengatakan kegiatan di Desa Manimbahoi merupakan bagian dari rangkaian program lingkungan yang telah dilakukan organisasinya di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.

“Awal kegiatan kami dimulai di Desa Manimbahoi dan hari ini kami kembali berkegiatan di sini guna memberikan dampak yang lebih nyata,” ujar Elbu Bahtiar.

Pelatihan tersebut dibimbing instruktur tersertifikasi dari Global Ecobrick Alliance (GEA). Peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga mengikuti praktik pembuatan ecobrick secara langsung.

Kegiatan berlangsung di dua lokasi. Sesi materi dan praktik awal digelar di Destinasi Wisata Lembah Harapan. Selanjutnya, peserta melakukan kunjungan lapangan ke Pos Registrasi Pendakian Gunung Bulubaria untuk memberikan pembekalan kepada pengelola wisata terkait pengelolaan dan pemanfaatan sampah plastik melalui metode ecobrick.

Pengelola Pendakian Gunung Bulubaria, Mustain, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, persoalan sampah yang ditinggalkan pengunjung masih menjadi tantangan dalam pengelolaan kawasan pendakian.

“Pendakian Gunung Bulubaria boleh dikata merupakan satu-satunya lokasi pendakian yang menerapkan prinsip Zero Waste, namun kami kadang kebingungan dengan sampah pengunjung yang selalu menumpuk di pos registrasi kami,” kata Mustain.

Ia menyebut metode ecobrick menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengurangi penumpukan sampah plastik di kawasan wisata.

“Eco Bhinneka Muhammadiyah hadir memberikan solusi agar menggunakan metode ecobrick guna meminimalisir penumpukan sampah plastik. Yang kami apresiasi adalah saran itu bukan hanya sebatas lisan, tapi dibuktikan dengan aksi dan dampak yang begitu nyata,” ujarnya.

Keterlibatan organisasi kepemudaan Muhammadiyah juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Kolaborasi itu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut dalam pengelolaan lingkungan di tingkat masyarakat dan kawasan wisata.

Ketua Umum Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gowa, Arifuddin, mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan komitmen Eco Bhinneka Muhammadiyah dalam melibatkan berbagai unsur keluarga besar Muhammadiyah.

“Ini bukti bahwa Eco Bhinneka Muhammadiyah selalu menggandeng keluarga besar Muhammadiyah guna memberikan dampak yang lebih luas dan lebih nyata kepada masyarakat,” tegas Arifuddin.

Selain pelatihan ecobrick, kegiatan juga dirangkaikan dengan penanaman pohon bersama di kawasan wisata Desa Manimbahoi. Aksi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim.

Melalui kegiatan tersebut, Eco Bhinneka Muhammadiyah berharap pengelolaan sampah plastik di kawasan wisata dapat dilakukan secara lebih berkelanjutan. Kolaborasi antara organisasi kepemudaan, masyarakat dan pengelola destinasi wisata dinilai menjadi salah satu kunci untuk membangun tata kelola lingkungan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan dampak nyata di lapangan.

Facebook Comments Box