Matakita.co, Gowa – Tim Dosen dan Mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM) sukses menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Salajo, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Kegiatan ini berfokus pada transfer teknologi dan peningkatan keterampilan produktif bagi remaja usia muda guna mengatasi masalah tingginya angka pengangguran friksional serta ketiadaan fasilitas layanan servis kendaraan lokal di wilayah tersebut.
Tim PkM UNM ini diketuai oleh Prof. Dr. H. Darmawang, M.Kes., dengan beranggotakan dua dosen ahli lainnya, yaitu Zulhaji dan Marten. Guna mewujudkan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, program ini juga melibatkan secara aktif 2 orang mahasiswa Jurusan Teknik Otomotif FT UNM, yaitu Anugrah Fauzan Nur dan Syarif Hidayatullah, sebagai asisten instruktur.
Ketua Tim Pengabdi, Darmawang, mengungkapkan bahwa pergeseran masif penggunaan sepeda motor matic di pedesaan tidak dibarengi dengan kesiapan infrastruktur dan tenaga ahli lokal. Selama ini, warga Desa Salajo harus menempuh jarak hingga 10 kilometer menuju pusat kecamatan hanya untuk melakukan servis rutin komponen Continuously Variable Transmission (CVT).
Empat Langkah Strategis Pelaksanaan PkM
Guna mengatasi permasalahan tersebut secara sistematis, tim pengabdi FT UNM menerapkan metode Participatory Technology Development yang dibagi ke dalam beberapa langkah taktis di lapangan:
Tahap Sosialisasi dan Koordinasi Wilayah: Tim pengabdi mengawali program dengan melakukan pertemuan resmi bersama Pemerintah Desa Salajo untuk menyamakan persepsi, sekaligus melakukan seleksi ketat untuk menjaring 10 remaja usia produktif yang memiliki komitmen tinggi.
Pelatihan Teori Diagnosa Presisi: Peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai siklus kerja mesin 4-tak dan pengenalan inovasi Sistem Diagnosa Terstruktur (SDT). Pelatihan ini menggunakan metode Fault-Tree Analysis (FTA) agar peserta mampu melacak kerusakan berdasarkan gejala sensorik (suara dan getaran).
Workshop Praktik Eksklusif (Hands-on): Masuk pada tahap inti, 10 peserta dilatih secara langsung untuk melakukan pembongkaran, pembersihan, pengukuran limit keausan komponen V-belt, hingga perakitan kembali sistem transmisi otomatis sesuai standar operasional prosedur (SOP) industri.
Penerapan Teknologi & Posko Servis Gratis: Sebagai bentuk uji kompetensi nyata, para peserta dengan didampingi mahasiswa langsung membuka posko layanan servis gratis selama dua hari untuk menangani sepeda motor matic milik warga desa secara riil di lokasi.
“Kondisi lingkungan agraris yang berdebu mempercepat ausnya komponen motor matic milik warga. Melalui program ini, kami menerapkan inovasi Sistem Diagnosa Terstruktur (SDT) berbasis metode Fault-Tree Analysis (FTA) agar para pemuda desa mampu mendiagnosa kerusakan secara presisi menggunakan panca indera dan alat ukur, bukan dengan cara tebak-tebak buah manggis atau metode bongkar yang merusak,” ujar Darmawang di lokasi kegiatan (2/9/26)
Sebanyak 10 orang remaja usia produktif yang menjadi peserta inti mengikuti pelatihan ini dengan penuh antusias. Dinamika di lapangan menunjukkan interaksi yang sangat tinggi, di mana para peserta aktif berdiskusi mengenai penanganan gejala gredek (getaran pada tarikan awal) dan meminta tim instruktur UNM mendemonstrasikan langsung teknik pembongkaran transmisi otomatis pada sepeda motor matic warga.
Status Capaian Luaran dan Komitmen Keberlanjutan
Hingga siaran pers ini diterbitkan, program pengabdian kemitraan UNM ini telah mencatatkan progres ketercapaian luaran yang sangat positif. Untuk menjamin keberlanjutan program pasca-penarikan tim universitas, 10 pemuda alumni pelatihan telah sepakat membentuk struktur organisasi kelompok usaha layanan jasa bernama “Mekanik Mandiri Salajo”. Kelompok ini akan terus didampingi oleh tim dosen UNM melalui sistem konsultasi teknis jarak jauh via WhatsApp Group Guide.
Pemerintah Desa Salajo juga menyambut baik dampak nyata kegiatan ini dan berkomitmen untuk mengawal kelompok mekanik muda ini agar dapat segera terintegrasi menjadi salah satu unit usaha resmi di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Salajo. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja mandiri yang berkelanjutan, menekan angka pengangguran pemuda pasca-sekolah, sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi jasa di dalam Desa Salajo sendiri.








































