MOROWALI UTARA — Di tengah tantangan global dan dinamika ekonomi nasional yang tumbuh kuat sebesar 5,29 persen (y-on-y), Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu episentrum pertumbuhan ekonomi regional. Sepanjang triwulan ketiga (Triwulan III) 2026, daerah ini membukukan realisasi investasi sebesar Rp278,24 miliar.
Capaian tersebut menempatkan Morowali Utara di peringkat ketiga tertinggi se-Sulawesi Tengah. Dengan tambahan ini, total akumulasi investasi dari Triwulan I hingga Triwulan III 2026 telah menembus angka Rp1,34 triliun, atau setara dengan 44 persen dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp3,02 triliun.
Daya tarik utama Morowali Utara pada periode ini tercermin dari struktur permodalan yang sangat berimbang. Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp140,47 miliar (50,5 persen), yang bersaing ketat dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp137,77 miliar (49,5 persen).
Selain kontribusi kuat dari investor domestik (Rp137,78 miliar), aliran modal internasional masih didominasi oleh Republik Rakyat Tiongkok dengan nilai Rp128,06 miliar, diikuti oleh Hongkong (Rp20 miliar), Taiwan (Rp10,59 miliar), dan Singapura (Rp1,80 miliar).
Sektor Logam Dasar Jadi Tulang Punggung
Kinerja investasi yang solid ini selaras dengan agenda transformasi ekonomi nasional, khususnya dalam penguatan nilai tambah komoditas. Sektor Industri Logam Dasar keluar sebagai kontributor terbesar dengan raihan Rp128,17 miliar.
Posisi selanjutnya diikuti oleh sektor Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan (Rp40,68 miliar); Listrik, Gas, dan Air (Rp38,29 miliar); Pertambangan (Rp36,47 miliar); serta Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (Rp18,16 miliar).
Iklim berusaha yang kondusif bagi korporasi skala besar turut menopang optimalisasi capaian ini. Tiga perusahaan tercatat sebagai kontributor terbesar pada triwulan ini, yakni PT NNI (Rp115,55 miliar), PT Hoffmen International (Rp78,10 miliar), dan PT Buminata Energi Perkasa (Rp37,25 miliar).
Pemerataan Ekonomi di Berbagai Kecamatan
Tidak terpusat di satu titik, arus investasi pada Triwulan III 2026 juga menunjukkan distribusi yang relatif merata ke berbagai wilayah kantong pertumbuhan. Kecamatan Petasia memimpin dengan realisasi sebesar Rp104,32 miliar, disusul Mori Atas (Rp42,26 miliar), Soyo Jaya (Rp33,97 miliar), Petasia Timur (Rp29,27 miliar), dan Mori Utara (Rp18,61 miliar).
Penyebaran ini dinilai krusial dalam menciptakan multiplier effect, membuka lapangan kerja baru, serta menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di tingkat lokal.
Pemerintah Kabupaten Morowali Utara mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelaku usaha, untuk terus menjaga kondusivitas iklim investasi. Sinergi yang kuat diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif demi mewujudkan kemajuan di Bumi Tepo Asa Aroa menuju Morowali Utara yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera (SCS).








































