Home Lensa Bumi Sedang Krisis, Ini yang Dilakukan Horison Nayumi Gorontalo.

Bumi Sedang Krisis, Ini yang Dilakukan Horison Nayumi Gorontalo.

95
0
Horison Nayumi Gorontalo

Matakita.co, Gorontalo – Aksi Eart Hour yang dilakukan di 180 Negara termasuk Indonesia, kini di lakukan oleh Hotel Nayumi. Notabenenya sebagai salah satu hotel chain yang ada di Provinsi Gorontalo, untuk turut mengambil peran dalam pelaksanaan tersebut, (30/3) Pukul 21.00 Wita, bertempat di Hotel Horison Nayumi Gorontalo.

Eart Hour pada tahun 2007 pekan kemarin sempat dilakukan di Sydney dengan mematikan semua sumber cahaya yang memakan daya listrik,

Dikutip dari situs resmi World Wide Fund for Nature atau (WWF) mematikan lampu selama 60 menit menjadi simbol yang menunjukkan solidaritas untuk planet bumi, dikarenakan berdasarkan laporan WWF-UK living Planet Report yang dikutip dari CNN Indonesia WWF melaporkan bahwa bumi sedang dalam masa krisis. banyak dari populasi hewan darat yang punah, ada 40% hutan berubah menjadi lahan pertanian 15 juta pohon hilang tiap tahun untuk bahan baku produksi minyak.

Marco Lambertini selaku Direktur Jendral WWF, mengatakan, Eart Hour dinilai sebagai salah satu langkah yang tepat untuk dapat memperbaiki kondisi tersebut.

“Eart Hour adalah kesempatan untuk menggunakan kekuatan kita sebagai individu atau kolektif untuk menuntut dan mengambil tindakan melindungi jaringan kehidupan ini imbalan atas semua yang diberikan-nya kepada kita untuk kepentingan semua kehidupan di Bumi dan masa depan kita sendiri.” Dikutip dari halaman resmi WWF Indonesia.

Dahniar Husain, selaku General Manager Nayumi Gorontalo, mengatakan, Eart Hour dilakukan minggu terakhir dibulan maret, selama satu jam yang dimulai pukul 20.30 hingga 21.30 karena pada waktu ini, hampir seluruh belahan dunia sedang mengalami masa peralihan musim dari musim dingin ke musim panas, jadi udara tidak terlalu dingin dan juga tidak terlalu panas.

Ditambahkannya, Eart Hour 60+, tanda plus tersebut menggambarkan tujuan yang mendorong masyarakat untuk melakukan aksi lanjutan setelah 1 jam mematikan lampu berakhir.

“Eart hour, diharapkan dapat berlangsung secara rutin, kegiatan efisiensi energi yang dilakukan semua partisipan tidak berhenti di satu jam saja tetapi bisa terus berlanjut menjadi gaya hidup plus sebagai aksi ramah lingkungan lainnya yang diterapkan setiap hari.” Tutupnya.

Facebook Comments