Home Literasi BERANTAS POLEMIK KEMISKINAN DARI DAERAH

BERANTAS POLEMIK KEMISKINAN DARI DAERAH

0

OLEH : RISMAN TAHARUDIN

Matakita.co (Opini) – Masalah kemiskinan merupakan salah satu masalah laten dalam kehidupan masyarakat manusia. Kemiskinan adalah suatu fakta kehidupan sosial yang menggambarkan kondisi kemanusiaan yang tidak sesuai dengan harkat kemanusiaannya.

Memang sangat ironis karena hingga hari ini masih banyak masyarakat Indonesia yang terbelenggu dalam masalah kemiskinan. Salah satu buktinya ialah kasus kelaparan yang kerap kali terjadi dipelosok Indonesia, Memang sejak awal kemerdekaan bangsa Indonesia telah menaruh perhatian khusus terhadap masalah kemiskinan.

Hal ini tertuang dalam alinea keempat Undang-Undang Dasar 1945. Namun masalah ini tidak kunjung usai. Dan semakin berkepanjangan. Sehingga menimbulkan berbagai dampak kronis keperti tingkat kriminalitas yang tinggi karena kecemburuan sosial.

Masalah kemiskinan bukanlah sekedar masalah statistik atau angka semata, melainkan persoalan nyata mengenai sulitnya kondisi kehidupan rakyat, masalah hidup dan mati bagi sebagian rakyat yang kurang beruntung. Hal ini terjadi dikarenakan ketidaksepahaman terhadap konsep, dimensi, ukuran dan kriteria kemiskinan di tiap-tiap daerah sehingga menjadi kendala dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Indonesia.

Dengan demikian, kemampuan administrasi dan manajemen para stakeholder mempunyai peran yang penting dan strategis dalam mengelola pembangunan kesejahteraan masyarakat.

FENOMENA KEMISKINAN
Fenomena Kemiskinan di Indonesia
Kemiskinan merupakan fenomena kehidupan manusia, yang pada umumnya menggambarkan ketidakmampuan manusia untuk memenuhi kebutuhan dasar, biasanya kemiskinan identik dengan kelaparan, ketidakmampuan mengendalikan sumberdaya-sumberdaya yang ada.

Kemiskinan berkaitan dengan rendahnya derajat kesehatan dan gizi yang diindikasikan dengan kemampuan orang untuk tetap sehat, kemampuan untuk pergi ke dokter, rendahnya akses terhadap fasilitas air bersih dan sanitasi. Demikian pula persoalannya, tidaklah mudah untuk mendefinisikan kemiskinan Indonesia, kemiskinan sebagai fenomena ekonomi tentu akan berbeda dengan kemiskinan sebagai fenomena sosial, dan akan berbeda pula dengan kemiskinan sebagai fenomena politik atau fenomena kebudayaan kemiskinan.

PENANGGULANGAN
Penanggulangan Kemiskinan di Indonesia
Dalam menggambarkan kemiskinan di Indonesia merupakan suatu hal yang tidak mudah dilakukan. Fenomena kemiskinan di Indonesia tersebar luas dalam spektrum yang luas pula.

Kelompok kaum miskin terjebak dalam kemiskinan mereka sendiri, mengapa mereka miskin ? Karena menganggur atau tidak punya pekerjaan !, mengapa mereka tidak bekerja?, karena mereka bodoh ! mengapa mereka bodoh ?, karena mereka tidak sekolah !, mengapa mereka tidak sekolah ?, karena mereka miskin !.
Kelompok miskin terjebak dalam “vicious circle of poverty (lingkaran setan kemiskinan)”. Mereka dalam lingkaran kemiskinan yang terus berputar, dan pada akhirnya “kemiskinan hanya akan menyebabkan keterpurukan serta keputusasaan”. Siapa yang terjebak dalam kemiskinan pada umumnya hanya bisa pasrah. Untuk menanggulangi, memberantas dan mengurangi kemiskinan tersebut harus membutuhkan kekuatan yang besar dan kemauan yang kuat untuk secara konsisten mengangkat orang miskin dari lingkungan kemiskinan yang tidak berujung.

Upaya yang dilakukan bagi pembangunan kesejahteraan masyarakat adalah melakukan berbagai perbaikan, pembaharuan sistem maupun praktek dalam pemerintahan yang dapat memenuhi dan memuaskan kepentingan publik. Menanggulangi dan mengurangi kemiskinan yang semakin menggejala dalam kehidupan nasional saat ini merupakan salah satu permasalahan dasar dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat yang sangat penting dan harus sesegera mungkin ditangani.

Mengacuh pada kemiskinan yang sampai dengan hari ini masih saja menjadi persoalan dikalangan masyarakat Khususnya daerah dipelosok sulawesi, serta pelosok-peloosok yang berada di Provinsi Gorontalo lainnya, dengan melihat fenomena-fenomena tersebut para Pemimpin terus memacuh dan mengupayakan pemberantasan kemiskinan khsusnya di salah satu daerah Kabupaten Gorontalo, Nelson Pomalingo salah satu sosok pemimpin yang terus mengupayakan pemberantasan kemiskinan dikalangan masyarakat.

Ini tentunya harus menjadi salah satu apresiasi yang patut masyarakat serta Pemerintah pusat berikan. Tak hanya itu, hal ini pula menjadi salah satu acuan bagi para pemimpin yang berada di daerah – daerah lain dalam mengurangi serta menekan angka kemiskinan yang terus menjadi persoalan serius di tiap – tiap daerah yang berada di seluruh Indonesia, derngan hal tersebut penulis yakini persoalan kemiskinan yang berada di seluruh indonesia akan terminimalisir secara drastis.

Dalam tiga tahun terakhir kepemimpinannya terbilang sukses menurunkan kemiskinan hingga menembus angka 2 persen. Yang mana sebelumnya tercatat angka kemiskinan di Kabupaten Gorontalo pada tahun 2015 angka kemiskinan berada pada posisi 21,80, kini pada tahun 2018 menurun drastis menjadi 19,6 persen. Penurunan angka kemiskinan ini cukup besar, jika melihat jumlah penduduk Kabupaten Gorontalo yang mencapai 400ribu jiwa, dan jumlah cakupan wilayah terluas dari beberapa kabupaten yang berada di Provinsi Gorontalo, dengan problem kependudukan terbanyak.

Bisa diperkirakan dalam tiga tahun ini ada kurang lebih 8000 warga miskin yang sukses disejahterakan olehnya. dalam menurunkan angka kemiskinan tersebut, berbagai upaya telah dilakukan. Salah satunya mendorong kesejahteraan masyarakat lewat Usah Kecil Menegah (UKM) dan lewat Koperasi. keberadaan UKM, dan Koperasi langsung menyentuh perekonomian masyarakat di tingkat bawah. Sehingga dengan tumbuhnya UKM serta Koperasi otomatis mempengaruhi kesejahteraan masyarakat di akar rumput. (UKM dan Koperasi) menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

PERTUMBUHAN EKONOMI KIAN MENINGKAT
Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gorontalo dari tahun ke tahun kian terasa. Bahkan semangat pembangunan di sejumlah sektor terus bergeliat. Salah satunya sektor investasi, yang pada tiga tahun terakhir ini terus tumbuh subur. Tercatat, pertumbuhan investasi di tiga tahun terakhir ini meningkat tajam, dari tahun 2015 hanya berputar pada Rp150 miliar per tahun, kini investasi sudah pada posisi Rp1,8triliun. Atau jika dikalkulasikan terjadi peningkatan hingga 1000 persen. Selalu tergesit di telinga para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ungkapan yang di sampaikan oleh Nelson Pomalingo dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat, “membangun daerah itu tidak bisa hanya pemerintah saja, hanya mengandalkan APBD saja, Memang dengan APBD kita bisa membangun, tetapi tidak secepat yang kita harapkan, karena itulah industri harus tumbuh, investasi harus masuk ke Kabupaten Gorontalo”.

Hingga Januari 2019 ini, Kepemimpinan yang berusia 35 bulan atau pada 17 Februari 2019 genap berusia 3 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, Pembangunan di Kab. Gorontalo cukup progresif dan dinamis dengan indikator-indikator kemajuan yang jelas dan terukur. Dari aspek pertumbuhan ekonomi misalnya, data yang diperoleh dari BAPPEDA diproyeksikan berada pada kisaran 7 persen lebih. Hal ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 yang hanya berada di posisi 6,62 persen dan pada 2017 yang berada pada kisaran 6,81 persen.

Indikator lainnya dapat dilihat dari grafik Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kab. Gorontalo yang yang terus menanjak. Jika 2015, IPM Kab. Gorontalo berada di posisi 63,63 persen, 2016 menanjak menjadi 64,95 persen, 2017 meningkat menjadi 64,95 persen dan tahun 2018 grafiknya bergerak pada level 65,63 persen.

PROGRES PEMBANGUNAN YANG MELONJAK NAIK
peningkatan anggaran APBD yang cukup progresif. Jika tahun 2017, APBD Kab. Gorontalo Rp. 1,2 Trilyun, maka tahun 2018 meningkat menjadi Rp. 1,5 Trilyun atau ketambahan sekitar 300 milyar. Demikian pula pada APBDP 2018, meningkat lagi menjadi Rp. 1.6 Trilyun. Peningkatan APBD ini tidak terlepas dari meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Jika 2016 PAD Kab. Gorontalo Rp. 113 Milyar lebih, 2017 meningkat menjadi Rp. 125 milyar lebih, 2017 menembus angka Rp. 190 milyar dan 2018 sudah pada kisaran Rp. 199 milyar.
Progresifitas Pemerintahan Bupati Prof. Nelson Pomalingo selama ini tidak terlepas dari intervensi program dan terobosan pemerintahan yang tepat sasaran, diantaranya berkat bantuan ternak Sapi dan Kambing yang mencapai puluhan ribu ekor, bantuan benih dan pupuk bagi para petani, bantuan bagi nelayan, termasuk pembangunan 4.700 unit Mahyani hingga tuntas tahun 2018.
Dari beberapa indikator yang terus di pacuh dari tahun ke tahun melalui pertumbuhan ekonomi serta pembangunan infrastruktur terlihat begitu jelas kerja keras yang diprioritaskan untuk rakyat, dalam hal ini penurunan angka kemiskinan dan kekumuhan di kalangan masyarakat yang dari tahun ke tahunnya menjadi polemik akhirnya dapat teratasi di wilayah Kabuapten Gorontalo, Provinsi Gorontalo yang di Nahkodai seorang mantan akademisi yang bergelar Proffesor di seluruh tingkatan Bupati yang berada diseluruh indonesia tentunya dengan gelar yang diraih oleh beliau tak heran ide-ide brilian yang ia tuangkan kedalam realitas sangatlah akurat untuk kepentingan dan nasib bangsa indonesia terkhusus di kabupaten Gorontalo.

(Penulis salah satu penggiat literasi Gorontalo)

Facebook Comments