Beranda Lensa Awas Jebakan Pinjol, Pahami dan Cermati Cirinya

Awas Jebakan Pinjol, Pahami dan Cermati Cirinya

0

MataKita.co, Konawe – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, kali ini dilaksanakan secara virtual pada 30 September 2021 di Konawe, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Pilih Pinjaman Online yang Aman dan Legal”.

Program kali ini menghadirkan 628 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Policy dan Community Affairs Specialist DANA Indonesia, Varrel Vendira Rizlah Putra; Kepala Galeri Investasi Pasar Modal Syariah UIN Allaudin Makassar, Miftha Farild; Vice President Satu Tampa dan Dosen Universitas Teknologi Sulawesi Utara (UTSU), Lady Giroth; serta naravlog dan kreator konten, Andhy Loppes. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Ratih Aulia. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Acara berlanjut dengan sesi pemaparan materi yang dibuka oleh Varrel Vendira dengan tema “Go Cashless, Jenis-jenis Transaksi Digital di Era New Normal”. Varrel mengatakan, dengan penguatan ekosistem digital dan inovasi transaksi tanpa tatap muka dengan QRIS dan digital banking, preferensi masyarakat diharapkan mulai beralih dari pembayaran tunai ke nontunai. “Saat ini, transaksi secara digital lebih diminati karena berbagai keunggulannya, yaitu praktis, ringkas, instan, aman,” urainya.

Advertisement

Berikutnya, Andhy Loppes menyampaikan materi “Etika dalam Berbisnis Digital”. Agar tidak terjerumus dalam masalah yang disebabkan oleh perilaku dan layanan bisnis digital yang tak etis, Andhy menekankan pentingnya etika dalam berbisnis daring. “Etika yang harus diterapkan adalah ramah, adil, jujur, peduli, menepati janji, dan menghargai pesaing,” sebutnya.

Sebagai pemateri ketiga, Miftha Farild membawakan tema “Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Online”. Miftha memberikan empat tips agar aman dalam bertransaksi digital, yaitu mengaktifkan otentikasi dua faktor berbasis sms, menggunakan otentikasi biometrik, melakukan verifikasi pembayaran, dan menggunakan aplikasi terpercaya. “Aplikasi yang digunakan juga harus menjamin keamanan penggunanya dengan fitur-fitur canggih,” ujarnya.

Adapun Lady Giroth, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan topik “Pilih Pinjaman Online yang Aman dan Legal”. Lady menjelaskan, berbeda dengan pinjaman online (pinjol) legal yang melakukan seleksi ketat guna mengetahui kemampuan bayar peminjamnya, pinjol ilegal sangat mudah memberikan pinjaman tanpa syarat dan penjelasan soal bunga. “Pinjol legal biasanya memberikan informasi biaya jaminan dan denda secara transparan. Total biaya pinjaman pinjol legal maksimal 0,8% per hari, sedangkan pinjol ilegal mematok jauh di atas itu,” bebernya.

Selanjutnya, Ratih Imaniar selaku moderator memandu sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh peserta. Dalam kesempatan tersebut, peserta dipersilahkan mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. Sepuluh penanya beruntung berhak mendapatkan hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 dari panitia.

“Internet dan lokapasar bikin masyarakat konsumtif hingga menggunakan pinjol. Apakah pemerintah tidak membuat batasan untuk kemampuan penggunaan pinjaman ini?” tanya Asistia Semiawan, salah satu peserta kegiatan Literasi Digital. Menurut Varrel Vendira, OJK sebetulnya sudah mengatur, tetapi lebih kepada hal-hal seperti besaran maksimal bunga, batasan penagihan dan sebagainya. “Sebaik apapun regulasinya, pinjol ilegal pasti tetap ada. Jadi, masyarakat harus lebih waspada. Jangan mudah tergoda jika ada yang menawarkan pinjaman cepat dan gampang karena pasti bunganya mencekik leher,” pungkasnya.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun media sosial @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*/Rp)

Facebook Comments
ADVERTISEMENT