Beranda Lensa Buntut Video Viral, Disdikbud Pangkep Perketat SOP dan Orang Tua Desak Pembuat...

Buntut Video Viral, Disdikbud Pangkep Perketat SOP dan Orang Tua Desak Pembuat Diproses Hukum

0
Siswa sekolah foto : ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

MataKita.co, Pangkep – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memperketat batasan dan pengawasan di lingkungan sekolah sebagai buntut dari rekaman video berdurasi 27 detik yang viral di media sosial. Langkah tegas ini beriringan dengan desakan dari orang tua murid yang menuntut agar oknum pembuat video tersebut diproses secara hukum.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pangkep, Syamsir menjelaskan bahwa pihaknya sudah memanggil pihak sekolah buntut adanya video beredar yang diduga berisi narasi dugaan pelecehan terhadap siswa di salah satu SD.

“Kami sudah panggil pihak sekolah untuk dimintai keterangan dan sudah dijelaskan bahwa tidak benar demikian terkait isi dalam video yang berisi pelecehan itu tidak benar,” katanya, Sabtu (16/5/2026).

Meski demikian, pihaknya menyikapi langsung dengan memperketat SOP terkait dengan kontak fisik guru dengan siswa khususnya terkait mata pelajaran olahraga.

“Kami menyikapi hal ini dengan menerbitkan surat edaran khusus. Di dalamnya diatur jelas mana kontak fisik yang diperbolehkan dan mana yang dilarang, semua demi mewujudkan marwah pendidikan yang seutuhnya,” jelasnya.

Selebihnya ia pun mengaku menyerahkan sepenuhnya ke aparat berwajib jika pihak terkait merasa keberatan dengan tersebarnya video yang diduga bermuatan pelecehan itu, sehingga dapat diproses lebih lanjut terkait dugaan pelecehan ataupun pencemaran nama baik yang melibatkan institusi pendidikan.

“Efek dari video tersebut bisa memunculkan stigma negatif, baik terhadap anak maupun institusi pendidikan. Sementara kita sudah klarifikasi dan ditegaskan bahwa tidak benar dan pihak orang tua juga menyatakan hal yang sama tidak melihat adanya unsur pelecehan di dalamnya, meski demikian untuk menghindari agar tidak terjadi pelecehan ataupun kekerasan maka kita pertegas dengan aturan batasan antara tenaga pendidik dan siswa,” bebernya.

Sementara itu, orang tua siswa, NS mengaku menyesalkan adanya penyebaran video yang sudah mencoreng nama baik sekolah tempat anaknya menuntut ilmu.

Menurutnya dalam video tersebut tidak ada terlihat tanda-tanda pelecehan yang dilakukan oleh guru terhadap putrinya.

“Dalam video tidak ada pelecehan, dan begitu juga pengakuan anak saya sama sekali tidak ada gerakan yang mengarah ke pelecahan, pihak guru mencari hp dalam kantongnya tetapi oleh yang video memberi narasi negatif dalam video kemudian disebar, ini sama saja pencemaran nama baik,” ungkapnya.

Ia pun menegaskan apabila benar pelecahan itu terjadi dan nampak dalam video maka tentunya pihaknya sejak awal tidak akan tinggal diam, namun menurtnya itu tidak ada unsur pelecehan.

“Masa kita mau melindungi pelaku kalau memang benar, tetapi itu sama sekali tidak benar, andaikan benar harus diusut, tetapi karena tidak benar, penyebar video yang harus diusut tuntas, nama sekolah anak saya juga harus dipulihkan karena disitu dia sekolah,” paparnya.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT