Beranda Lensa Tingkatkan Daya Saing dengan Kemampuan Bisnis Online dan Strategi Pemasaran Digital

Tingkatkan Daya Saing dengan Kemampuan Bisnis Online dan Strategi Pemasaran Digital

0

MataKita.co, Bone Bolango – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” diselenggarakan secara virtual di Bone Bolango, Gorontalo (30/9). Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan yang membahas tema “Go Digital Kalau Tak Mau Bisnis Tertinggal” ini diikuti oleh 628 peserta dari berbagai kalangan usia dan profesi.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, praktisi pertanian dan Owner AFAea Agrobis, A Syahruni Aryanti; Digital Entrepreneur dan Founder @ZonaNyamanKita, Rosmini Hamid; pegiat literasi dan praktisi hukum, Erlangga Hamid Putra Zakaria; serta musisi dan kreator konten, Nur Alfarisi. Sedangkan moderator adalah Desmona. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Selanjutnya, A Syahruni Aryanti hadir sebagai pemateri pertama yang menyampaikan tema “Strategi Digital Marketing Petani dan Nelayan di Pandemi Covid-19”.

Advertisement

Menurut dia, kendala utama pemasaran produk pangan, antara lain bersifat musiman, panjangnya jalur pemasaran, nilai tawar di tingkat produsen yang rendah, kualitas produksi, serta fluktuasi harga. Sedangkan strategi pemasaran yang dapat dijalankan, misalnya branding produk, memanfaatkan media sosial, riset produk dan pasar, serta rutin menggelar evaluasi pemasaran.

“Evaluasi bertujuan untuk mengamati arus bisnis, apakah ada penurunan atau peningkatan,” imbuhnya.

Selanjutnya, Rosmini Hamid menyampaikan paparan berjudul “Sosialisasi E-Market, Beradaptasi atau Mati”.

Ia mengatakan, untuk dapat menembus bisnis daring, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) perlu mempersiapkan tim, perangkat, serta anggaran. Selanjutnya, pengusaha juga mesti menyiapkan langkah lain agar bisa bersaing, seperti membuat kemasan menarik, menjaga kualitas produk, fasilitas pembayaran yang mudah, mempelajari Google Business dan akses Google Maps, serta manfaatkan lokapasar.

“Pilih lokapasar yang sesuai jenis produk dan sasaran pasarnya,” jelas dia.

Pemateri ketiga, Erlangga Hamid Putra Zakaria, memaparkan materi bertema “Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Online”.

Menurut dia, empat langkah mudah membayar tagihan secara digital adalah pastikan platform pembayaran yang aman, jumlah tagihan yang harus dilunasi, lakukan transaksi, dan simpan bukti struk pembayaran atau tangkapan layarnya.

“Tangkapan layar percakapan bisa jadi bukti saat membuktikan keabsahan pembayaran, sehingga harus disimpan. Jadi, kalau nanti ada permasalahan bisa membantu penyelesaian,” ujar dia.

Adapun Nur Alfarisi, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Investasi yang Aman dan Menguntungkan Saat Masa Pandemi”. Ia mengatakan, investasi merupakan upaya masyarakat untuk meraih kebebasan finansial ataupun mengelola keuangannya di masa mendatang. Di masa pandemi ini, sejumlah investasi yang cocok antara lain, tabungan, surat utang negara (SUN), logam mulia, properti, reksadana pasar uang, dan peer to peer (P2P) lending.

“Jangan gampang percaya perusahaan yang menawarkan investasi logam mulia, karena selama ini banyak perusahaan yang bodong. Lebih baik, pembelian dilakukan di tempat resmi dan bisa langsung disimpan di brankas,” ujarnya.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh Desmona. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Ramanda, salah seorang peserta webinar, bertanya tentang apakah ada kemungkinan perkembangan e-pasar di masa pandemi menggantikan pasar reguler? Menanggapi hal tersebut, Rosmini Hamid bilang, pasar tradisional mungkin posisinya belum bisa digantikan dengan belanja daring, namun e-pasar menjadi pilihan kaum milenial ataupun perusahaan yang mencoba mencari harga yang lebih murah.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (*/Rp)

Facebook Comments
ADVERTISEMENT