Beranda Hukum Kedatangan Ferry Tass Disambut Penuh Kehormatan,Tegaskan Konsolidasi Kepemimpinan Kejaksaan & Sinergi Penegakan...

Kedatangan Ferry Tass Disambut Penuh Kehormatan,Tegaskan Konsolidasi Kepemimpinan Kejaksaan & Sinergi Penegakan Hukum di Sulawesi Utara

0

Matakita.co,  Manado-  Kedatangan Ferry Tass., Dt. Toembidjo bersama istri di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Rabu, 22 April 2026, bukan sekadar momentum seremonial. Peristiwa ini menjadi representasi nyata penghormatan institusional terhadap figur pemimpin yang mengusung integritas, pengalaman, serta kedalaman nilai dalam setiap lini pengabdiannya.

Sejak menapaki tangga pesawat, Ferry Tass disambut dalam formasi kehormatan yang tersusun rapi dan terkoordinasi. Suasana yang tercipta menghadirkan wibawa sekaligus mencerminkan soliditas internal Kejaksaan. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Asisten Pembinaan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Fahri, S.H., M.H.; Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Andi Usama Harun, S.H., M.H.; Kepala Kejaksaan Negeri Manado Fanny Widyastuti, S.H., M.H.; para Koordinator; serta jajaran Ikatan Adhyaksa Dharmakarini.

Dimensi kolaboratif lintas sektor juga tampak kuat melalui kehadiran Wakil Gubernur Sulawesi Utara J. Victor Mailangkay, S.H., M.H. beserta jajaran Pemerintah Provinsi, serta Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, S.I.K. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan kepolisian ini mencerminkan harmoni kelembagaan dalam bingkai sinergitas yang kokoh dan progresif.

Momentum penyambutan ini menegaskan lebih dari sekadar seremoni—ia merupakan manifestasi konsolidasi kepemimpinan, penguatan jejaring institusional, serta penegasan arah baru penegakan hukum yang adaptif dan berintegritas di Sulawesi Utara.

Usai prosesi penyambutan yang berlangsung khidmat, rombongan melanjutkan agenda ke RM Pelangi dalam suasana ramah tamah yang lebih cair. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan hubungan informal, sembari menikmati sajian khas Bubur Manado sebagai simbol kearifan lokal.

Di balik kapasitas formalnya sebagai aparat penegak hukum, Ferry Tass., Dt. Toembidjo juga merupakan seorang Niniak Mamak atau Penghulu Adat Minangkabau. Ia menjunjung tinggi falsafah “Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandikan Kitabullah,” yang diperkaya dengan pituah adat: “Dima bumi dipijak, disitu langik dijunjuang.” Nilai ini mencerminkan kebijaksanaan dalam menempatkan diri, menghormati budaya lokal, serta membangun harmoni di setiap ruang pengabdian.

Dalam pernyataannya, Ferry Tass menegaskan bahwa:

“Pituah adat Minangkabau ‘dima bumi dipijak, disitu langik dijunjuang’ mengajarkan bahwa di mana kita berpijak, di situlah kita menjunjung tinggi nilai, adat, dan kehormatan setempat. Pengabdian harus selaras dengan kearifan lokal, dan kepemimpinan harus hadir dengan rasa hormat, keseimbangan, serta tanggung jawab moral.”

Sesuai agenda, Ferry Tass., Dt. Toembidjo akan resmi dilantik sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara pada Kamis, 23 April 2026 oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Prosesi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan arah kebijakan penegakan hukum yang profesional, modern, dan berkeadilan.

Momentum ini sekaligus menjadi tonggak strategis dalam perjalanan pengabdian Ferry Tass, serta menghadirkan ekspektasi baru bagi penguatan marwah Kejaksaan di Sulawesi Utara.

Facebook Comments Box
ADVERTISEMENT