Beranda Kampus Dosen Universitas Mega Rezky Laksanakan PKM DPPM Kemdiktisaintek, Tingkatkan Self-Efficacy Atlet Disabilitas

Dosen Universitas Mega Rezky Laksanakan PKM DPPM Kemdiktisaintek, Tingkatkan Self-Efficacy Atlet Disabilitas

0

Matakita.co, Makassar – Dosen Universitas Mega Rezky melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026. Program tersebut berfokus pada peningkatan kapasitas teknik dasar dan self-efficacy atlet disabilitas tenis meja di Sulawesi Selatan melalui pelatihan multiball berbasis robot pelontar bola.
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Teknik Dasar dan Self-Efficacy melalui Pelatihan Multiball Berbasis Robot Pelontar pada Atlet Disabilitas Tenis Meja Sulawesi Selatan” ini berlangsung di Pusat Latihan NPCI Kota Makassar dengan melibatkan atlet-atlet binaan NPCI Kota Makassar sebagai peserta.

Tim pengabdian diketuai Hasnah, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Andi Nahdia T. Walinga, S.Pd., M.Pd., dan Ns. Iqwan Syarif, S.Kep., M.Kep. Melalui kolaborasi lintas disiplin, tim menghadirkan metode latihan yang memanfaatkan teknologi robot pelontar bola untuk membantu atlet meningkatkan penguasaan teknik dasar sekaligus memperkuat kepercayaan diri saat berlatih maupun bertanding.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan intensif melalui metode multiball yang memungkinkan pengulangan gerakan secara konsisten. Pendekatan tersebut membantu meningkatkan akurasi pukulan, koordinasi, kecepatan respons, serta penguasaan teknik dasar secara lebih efektif. Variasi arah, kecepatan, dan frekuensi bola juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing atlet sehingga proses latihan menjadi lebih terukur.

Ketua tim pengabdian, Hasnah, mengatakan pemanfaatan teknologi dalam pembinaan olahraga disabilitas merupakan langkah inovatif untuk meningkatkan kualitas latihan sekaligus memperkuat kesiapan atlet menghadapi kompetisi.

“Melalui pelatihan ini kami berharap atlet tidak hanya mengalami peningkatan keterampilan teknik dasar, tetapi juga memiliki self-efficacy yang lebih baik sehingga mampu berlatih dengan lebih percaya diri dan siap menghadapi berbagai kejuaraan. Penggunaan robot pelontar menjadi salah satu inovasi yang dapat mendukung proses latihan menjadi lebih efektif, efisien, dan terukur,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Penggunaan teknologi modern memberikan pengalaman latihan yang berbeda dibandingkan metode konvensional, sekaligus membuka peluang bagi atlet untuk mengembangkan kemampuan secara lebih optimal.

Melalui program PKM ini, Universitas Mega Rezky menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan olahraga inklusif serta peningkatan prestasi atlet penyandang disabilitas. Kerja sama dengan NPCI Kota Makassar diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna memperkuat pembinaan atlet disabilitas di Sulawesi Selatan.

Program tersebut juga menjadi implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang mengintegrasikan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan olahraga inklusif di Indonesia.

Facebook Comments Box