Beranda Lensa Fenomena Awan Pelangi Hiasi Langit Jeneponto, Warga Desa Kassi Takjub Saksikan Keindahan...

Fenomena Awan Pelangi Hiasi Langit Jeneponto, Warga Desa Kassi Takjub Saksikan Keindahan Alam

0

MataKita.co, Jeneponto — Fenomena alam langka berupa awan pelangi atau iridescent cloud menghiasi langit Desa Kassi, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Rabu (3/6/2026) sore. Kemunculan warna-warni menyerupai pelangi di sela-sela awan tersebut menarik perhatian warga yang berbondong-bondong mengabadikan momen langka itu melalui telepon genggam.

Fenomena tersebut terlihat sekitar pukul 15.30 WITA. Dari sejumlah titik di Desa Kassi dan wilayah sekitarnya, awan tampak memancarkan gradasi warna ungu, hijau, biru, hingga merah muda yang membentuk pemandangan tidak biasa di langit sore.

Secara ilmiah, fenomena iridescent cloud terjadi ketika cahaya matahari berinteraksi dengan awan tipis yang mengandung tetesan air atau kristal es berukuran sangat kecil dan relatif seragam. Cahaya yang melewati partikel-partikel tersebut mengalami difraksi sehingga terurai menjadi berbagai warna spektrum.

Berbeda dengan pelangi yang terbentuk akibat pembiasan cahaya oleh tetesan hujan, warna pada awan iridesen biasanya hanya muncul pada bagian tertentu di tepi awan dan berlangsung dalam waktu singkat. Pada peristiwa di Desa Kassi, fenomena itu diperkirakan hanya bertahan sekitar 10 hingga 15 menit sebelum langit berubah mendung dan awan hujan mulai menutupi cakrawala.

Salah seorang warga Desa Kassi, Syarif, mengaku terpesona dengan pemandangan yang tersaji di langit sore itu. Menurut dia, fenomena tersebut menjadi pengingat akan keindahan alam yang jarang disaksikan secara langsung.

“Warna-warni menyerupai pelangi terlihat menghiasi awan dan menciptakan suasana yang sangat memukau. Fenomena yang jarang terjadi ini menjadi momen istimewa yang mengingatkan kita pada keindahan langit dan kebesaran Tuhan,” ujarnya.

Kesan serupa disampaikan Ikhsan, warga lainnya yang turut menyaksikan fenomena tersebut. Ia mengaku baru pertama kali melihat awan pelangi secara langsung sepanjang hidupnya.

“Seumur hidup baru kali ini saya melihat fenomena seperti itu secara langsung. Rasanya sangat berkesan dan menjadi pengalaman yang mungkin hanya datang sekali dalam hidup,” katanya.

Fenomena iridescent cloud memang tergolong jarang terlihat karena membutuhkan kombinasi kondisi atmosfer yang tepat. Umumnya, awan pelangi muncul pada pagi atau sore hari ketika posisi matahari relatif rendah dan terdapat awan tipis yang mampu membiaskan cahaya secara optimal.

Meski hanya berlangsung singkat, kemunculan awan pelangi di langit Desa Kassi meninggalkan kesan mendalam bagi warga. Banyak di antara mereka menganggap peristiwa tersebut sebagai kesempatan langka untuk menyaksikan salah satu keindahan alam yang jarang hadir di langit Sulawesi Selatan.

Penulis: Sitti Mutmadania

Facebook Comments Box