Beranda Kampus SPPG Unhas Disiapkan sebagai Pusat Riset dan Edukasi Gizi Nasional

SPPG Unhas Disiapkan sebagai Pusat Riset dan Edukasi Gizi Nasional

0

Matakita.co, Makassar – Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Universitas Hasanuddin (Unhas) dinilai tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan bergizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga sebagai pusat edukasi, riset, dan inovasi yang berkontribusi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “SPPG Unhas: Laboratorium MBG untuk Gizi Bangsa” yang menghadirkan Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas, Veny Hadju, dan Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Syahdar Baba, di Makassar, Kamis (4/6/2026). 

Prof. Veny menegaskan bahwa SPPG yang dikembangkan Unhas memiliki potensi besar sebagai laboratorium hidup yang melibatkan dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi nasional.

“SPPG yang di Unhas ini jadi laboratorium yang bagus buat saya, dosen, peneliti, maupun mahasiswa. Kita libatkan semua,” kata Prof. Veny. 

Menurut dia, Unhas memiliki keunggulan akademik karena didukung berbagai fakultas yang berkaitan langsung dengan isu gizi dan kesehatan, mulai dari Fakultas Kesehatan Masyarakat hingga Fakultas Kedokteran. Kekuatan riset yang dimiliki kampus menjadi modal penting untuk mengembangkan model pemenuhan gizi berbasis bukti ilmiah. 

Ia menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi anak-anak mengenai pentingnya pola makan sehat, bergizi seimbang, dan beragam.

“Ini mau ditanamkan sejak kecil,” ujarnya saat menjelaskan pentingnya membangun kebiasaan konsumsi pangan sehat sejak usia dini. 

Selain memastikan kecukupan nutrisi, Prof. Veny menilai program tersebut dapat menjadi instrumen untuk memperkenalkan keragaman pangan lokal kepada masyarakat. Selama ini, pola konsumsi masih sangat bergantung pada nasi sebagai sumber karbohidrat utama, padahal terdapat banyak alternatif pangan lain seperti jagung, umbi-umbian, dan sagu yang juga memiliki nilai gizi tinggi. 

Sementara itu, Prof. Syahdar Baba mengatakan SPPG Unhas yang mulai beroperasi beberapa bulan terakhir terus dikembangkan sebagai model layanan gizi berbasis kampus yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Program ini kita kawal terus dan kepentingan kami di Fakultas Peternakan memberikan nilai terbaik serta membangun empati dalam pengabdian ke masyarakat,” ujar Syahdar. 

Menurutnya, Fakultas Peternakan turut menyiapkan berbagai inovasi untuk mendukung kebutuhan bahan pangan berkualitas dalam program MBG, 

termasuk pengembangan telur dan daging dengan kualitas nutrisi yang lebih baik melalui intervensi pakan ternak. 

Upaya tersebut sejalan dengan visi Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, yang mendorong agar SPPG tidak hanya menjadi dapur produksi makanan, melainkan juga simpul integrasi antara pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kita ingin menjadikan SPPG ini berbasis riset, data, dan inovasi,” kata Jamaluddin Jompa dalam kesempatan terpisah. 

Melalui pendekatan tersebut, Unhas berharap SPPG dapat menjadi model nasional dalam pengelolaan program MBG berbasis perguruan tinggi. Selain mendukung peningkatan kualitas gizi anak sekolah, fasilitas tersebut juga diharapkan mampu melahirkan inovasi pangan, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan membuka ruang kolaborasi lintas disiplin ilmu untuk menjawab tantangan kesehatan masyarakat. 

Facebook Comments Box