Beranda Kampus Mahasiswa PBL FKM Unhas Tetapkan Lima Prioritas Masalah Kesehatan di Kelurahan Lalebata

Mahasiswa PBL FKM Unhas Tetapkan Lima Prioritas Masalah Kesehatan di Kelurahan Lalebata

0

MataKita.co, Sidrap – Mahasiswa Praktik Belajar Lapangan (PBL) I Angkatan 24 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin menetapkan lima prioritas masalah kesehatan di Kelurahan Lalebata, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, melalui Seminar Akhir PBL I yang digelar pada Juli 2026. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian identifikasi dan analisis masalah kesehatan sekaligus pijakan awal penyusunan program intervensi berbasis kebutuhan masyarakat.

Seminar dihadiri perwakilan Kecamatan Panca Rijang, Puskesmas Rappang, Lurah Kelurahan Lalebata Hj. Yusmiati Yusuf, S.Pt., tokoh masyarakat, kader kesehatan, serta berbagai unsur masyarakat. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara mahasiswa PBL FKM Unhas, KKN Reguler Tematik Inovasi Desa Gelombang 116, dan KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin dalam mendukung pembangunan kesehatan di tingkat kelurahan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Seminar Program Kerja KKN Reguler Tematik Inovasi Desa, dilanjutkan pemaparan program KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69, kemudian ditutup dengan Seminar Akhir PBL I yang memaparkan hasil identifikasi kondisi kesehatan masyarakat Kelurahan Lalebata.

Dalam presentasinya, mahasiswa menjelaskan hasil pengumpulan data yang diperoleh melalui rapid survey, observasi lapangan, wawancara terstruktur, diskusi bersama masyarakat, serta pemanfaatan data sekunder dari berbagai instansi terkait. Seluruh temuan kemudian dibahas bersama pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan para pemangku kepentingan menggunakan metode PAHO (Pan American Health Organization) untuk menentukan skala prioritas masalah.

Berdasarkan hasil musyawarah, ditetapkan lima prioritas masalah kesehatan di Kelurahan Lalebata, yakni pengelolaan sampah dan sanitasi lingkungan, Demam Berdarah Dengue (DBD), pola konsumsi masyarakat, hipertensi, serta diabetes melitus. Penetapan tersebut mempertimbangkan tingkat urgensi, besarnya dampak terhadap masyarakat, serta peluang penanganan melalui program kesehatan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Lurah Kelurahan Lalebata, Hj. Yusmiati Yusuf, S.Pt., mengapresiasi pendekatan partisipatif yang dilakukan mahasiswa dalam proses penentuan prioritas masalah. Menurutnya, persoalan pengelolaan sampah memang menjadi tantangan utama yang selama ini dihadapi masyarakat.

“Kami memang cukup menghadapi tantangan dalam pengelolaan sampah di wilayah ini. Karena itu, saya melihat masyarakat sudah memahami bahwa persoalan sampah merupakan masalah yang mendesak dan layak menjadi prioritas utama untuk ditangani bersama. Saya juga mengapresiasi adik-adik mahasiswa PBL karena melibatkan masyarakat dalam setiap proses diskusi penentuan prioritas masalah. Dengan demikian, masalah yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa juga memaparkan rencana tindak lanjut pada tahapan PBL II dan PBL III. Tahap berikutnya akan difokuskan pada penyusunan, pelaksanaan, dan evaluasi program intervensi kesehatan berdasarkan lima prioritas yang telah disepakati bersama pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Melalui Seminar Akhir PBL I ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi kesehatan yang tepat sasaran, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Lalebata. Seminar ini sekaligus menjadi fondasi bagi pelaksanaan intervensi kesehatan berbasis kebutuhan lokal pada tahapan PBL selanjutnya.

Facebook Comments Box