Beranda Kampus Mahasiswa KKN Unhas Inovasi Desa Tingkatkan Penguasaan Basic English Vocabulary melalui Pembelajaran Interaktif bagi Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Macorawalie 

Mahasiswa KKN Unhas Inovasi Desa Tingkatkan Penguasaan Basic English Vocabulary melalui Pembelajaran Interaktif bagi Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Macorawalie 

0

Matakita.co, Sidrap- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk Peningkatan Penguasaan Basic English Vocabulary melalui Pembelajaran Interaktif pada Siswa Sekolah Dasar (SD) di SD Negeri 3 Macorawalie, Kelurahan Kadidi, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Program ini dilaksanakan selama tiga hari, 20-22 Juli 2026, dengan sasaran siswa kelas IV sebagai upaya meningkatkan kemampuan dasar bahasa Inggris melalui metode pembelajaran yang interaktif, komunikatif, dan menyenangkan.

Program kerja ini diinisiasi oleh Nakiyyah, mahasiswa Program Studi Sastra InggrisFakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin, selaku penanggung jawab program kerja. Pelaksanaan kegiatan berada di bawah bimbingan Dosen Pendamping Kegiatan (DPK), Ibu Anggun Permata Sari, S.Pt., M.Pt., serta mendapat dukungan penuh dari Lurah Kadidi, Rusmin Malik, S.E., dan  Kepala SD Negeri 3 Macorawalie, Andi BangsawanS.Pd., beserta seluruh guru SD Negeri 3 Macorawalie. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di bidang pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata dasar bahasa Inggris (basic English vocabulary) sejak usia dini.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), yaitu menjamin pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Melalui pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada peserta didik, mahasiswa KKN berupaya menciptakan pengalaman belajar yang mampu meningkatkan kompetensi dasar bahasa Inggris sekaligus menumbuhkan motivasi belajar siswa.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menyusun jadwal pembelajaran, menentukan materi, serta menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakteristik siswa kelas IV. Materi disusun secara bertahap agar siswa dapat memahami konsep dasar bahasa Inggris dengan lebih mudah. Pembelajaran dikemas melalui kombinasi penyampaian materi, praktik langsung, penggunaan flashcard, media visual, permainan edukatif (educational games), kuis interaktif, serta evaluasi pembelajaran sehingga suasana kelas menjadi lebih aktif dan menyenangkan.

Pada hari pertama, pembelajaran difokuskan pada materi Greetings dan Self Introduction sebagai dasar komunikasi dalam bahasa Inggris. Mahasiswa memperkenalkan berbagai ungkapan salam yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti Good Morning, Good Afternoon, Good Evening, Hello, Hi, dan Goodbye. Siswa kemudian diberikan pemahaman mengenai makna, fungsi, serta situasi penggunaan setiap ungkapan agar mampu menerapkannya dalam percakapan sederhana.

Selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan materi Self Introduction dengan memberikan contoh cara memperkenalkan diri menggunakan kalimat sederhana, seperti menyebutkan nama dan usia dalam bahasa Inggris. Setelah penyampaian materi, siswa diminta mempraktikkan perkenalan diri secara bergantian di depan kelas maupun secara berpasangan. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keberanian berbicara, meningkatkan rasa percaya diri, serta membiasakan siswa menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sederhana.

Pada hari kedua, pembelajaran dilanjutkan dengan materi Colours dan Numbers. Pada materi Colours, siswa mempelajari berbagai nama warna dasar, seperti red, blue, yellow, green, orange, purple, pink, black, white, brown, dan grey. Penyampaian materi didukung dengan penggunaan flashcard, gambar, serta benda-benda di sekitar kelas sehingga siswa dapat menghubungkan kosakata dengan objek yang mereka lihat secara langsung.

Sementara itu, pada materi Numbers, siswa mempelajari penyebutan angka dalam bahasa Inggris mulai dari hingga 100. Mahasiswa mengajak siswa menghitung bersama, menyebutkan angka secara acak, serta mengikuti berbagai permainan dan kuis interaktif yang melibatkan angka. Seluruh rangkaian aktivitas dirancang agar siswa dapat memahami kosakata dengan lebih mudah melalui pengalaman belajar yang menyenangkan.

Pada hari ketiga, kegiatan difokuskan pada review seluruh materi yang telah dipelajari selama dua hari sebelumnya. Mahasiswa mengajak siswa mengulang kembali materi Greetings, Self Introduction, Colours, dan Numbers melalui permainan edukatif, kuis kelompok, sesi tanya jawab, serta praktik sederhana yang mengintegrasikan seluruh materi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan sekaligus memperkuat daya ingat mereka terhadap kosakata bahasa Inggris yang telah dipelajari.

Sebagai tahap akhir, mahasiswa melaksanakan post-test dan penilaian melalui praktik langsung untuk mengukur tingkat pemahaman siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu mengenali, mengingat, dan mengucapkan kosakata bahasa Inggris dengan lebih baik. Selain itu, siswa telah mampu menggunakan ungkapan salam sesuai konteks, memperkenalkan diri menggunakan kalimat sederhana, menyebutkan nama-nama warna, serta menghitung angka dalam bahasa Inggris dengan lebih percaya diri. Antusiasme siswa juga terlihat dari keaktifan mereka selama mengikuti diskusi, permainan, maupun praktik pembelajaran di depan kelas.

Selaku penanggung jawab program, Nakiyyah menyampaikan bahwa penguasaan kosakata merupakan fondasi utama dalam pembelajaran bahasa Inggris sehingga perlu dikenalkan sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang menyenangkan.

Melalui program ini kami berharap siswa tidak hanya mampu menghafal kosakatatetapi juga memahami maknanya serta berani menggunakannya dalam komunikasi sederhanaPembelajaran yang interaktif diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris sekaligus meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam proses belajar,” ujarnya.

Kepala SD Negeri 3 Macorawalie,  Andi BangsawanS.Pd., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, metode pembelajaran yang diterapkan mahasiswa KKN mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan sehingga siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran bahasa Inggris.

Apresiasi juga disampaikan oleh Lurah Kadidi, Rusmin Malik, S.E. Ia menilai bahwa program pembelajaran bahasa Inggris yang dilaksanakan mahasiswa KKN merupakan bentuk kolaborasi nyata antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kelurahan Kadidi.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin yang telah menghadirkan program pembelajaran bahasa Inggris bagi siswa SD Negeri 3 Macorawalie. Program ini memberikan pengalaman belajar yang baru bagi anak-anak sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kelurahan Kadidi. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui sinergi antara Universitas Hasanuddin, Pemerintah Kelurahan Kadidi, dan SD Negeri 3 Macorawalie, program kerja ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar. Selain memperkuat penguasaan basic English vocabulary, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar, meningkatkan rasa percaya diri siswa, serta mendukung pencapaian SDGs Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penyelenggaraan pembelajaran yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik. (**)

Facebook Comments Box