Beranda Kampus Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Pencegahan Gigi Berlubang Lewat Program SIGAP di MIS...

Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Pencegahan Gigi Berlubang Lewat Program SIGAP di MIS DDI Tanete

0

MataKita.co, Sidrap – Kebiasaan menjaga kesehatan gigi perlu ditanamkan sejak usia sekolah untuk mencegah berbagai masalah kesehatan mulut, termasuk gigi berlubang atau karies. Melalui edukasi yang dikemas secara menarik dan praktik langsung, anak-anak diharapkan mampu membangun kebiasaan menyikat gigi dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya tersebut dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PK) Universitas Hasanuddin, Elnysa Jaenwucs Patallo dari Fakultas Kedokteran Gigi, melalui program SIGAP (Sikat Gigi Asik dan Pencegahan Gigi Berlubang) di MIS DDI Tanete, Desa Tanete, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (28/7/2026).

Program ini diikuti 12 siswa kelas IV MIS DDI Tanete dengan tujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai penyebab gigi berlubang, pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta langkah-langkah pencegahan karies.

Tidak hanya menerima materi secara teori, para siswa juga mengikuti demonstrasi teknik menyikat gigi sesuai anjuran dokter gigi. Selanjutnya, mereka mempraktikkan secara langsung cara menyikat gigi yang benar melalui metode learning by doing agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mengukur efektivitas kegiatan, peserta terlebih dahulu mengikuti pretest sebelum penyampaian materi. Setelah seluruh rangkaian edukasi dan praktik selesai, siswa kembali mengikuti posttest sebagai evaluasi terhadap peningkatan pemahaman mereka.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan. Rata-rata tingkat pengetahuan siswa sebelum mengikuti edukasi tercatat sebesar 70,24 persen, kemudian meningkat menjadi 94,05 persen setelah mengikuti Program SIGAP. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 23,81 poin persentase atau sekitar 33,90 persen dibandingkan kondisi awal.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi yang dipadukan dengan demonstrasi dan praktik langsung efektif meningkatkan pemahaman siswa mengenai kesehatan gigi dan mulut. Melalui program ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami teknik menyikat gigi yang benar, tetapi juga mampu membiasakan perilaku menjaga kebersihan gigi, mengurangi risiko karies, serta menerapkan pola hidup sehat sejak usia dini.

Program SIGAP menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan, khususnya peningkatan kesehatan gigi dan mulut bagi anak-anak usia sekolah dasar.

Facebook Comments Box