MataKita.co, Gorongalo – Limbah ternak selama ini kerap dianggap sebagai persoalan lingkungan. Namun, di tangan yang tepat, limbah tersebut justru dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Hal inilah yang coba dikenalkan mahasiswa Kuliah Kerja Dakwah (KKD) Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) Posko Desa Limehu melalui program penyuluhan pembuatan pupuk organik dari limbah sapi dan layanan kesehatan hewan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Limehu, Selasa (28/7), tersebut menyasar masyarakat, khususnya para peternak sapi. Selain memberikan pengetahuan tentang pengolahan limbah ternak, mahasiswa juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin gratis bagi hewan ternak masyarakat.
Program ini menghadirkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo, Dr. Ir. Ritha Suzzana Marwati Pombo, S.Pt., M.Si., IPM., sebagai narasumber. Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Desa Limehu yang mewakili Kepala Desa, mahasiswa KKD UMGO, serta masyarakat setempat.
Sekretaris Desa Limehu menyambut baik program yang digagas mahasiswa KKD UMGO tersebut. Menurutnya, kegiatan ini relevan dengan aktivitas masyarakat Desa Limehu yang memiliki potensi di sektor peternakan.
Ia menilai, pemanfaatan limbah sapi menjadi pupuk organik dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi persoalan lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Limbah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi pupuk yang berguna untuk mendukung kegiatan pertanian.
Dalam penyuluhannya, Ritha menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan ternak melalui pemeliharaan yang baik, pencegahan penyakit, pemberian vitamin, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. Pengetahuan tersebut menjadi penting bagi peternak karena kondisi kesehatan hewan turut berpengaruh terhadap produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan.
Tidak hanya membahas kesehatan hewan, masyarakat juga diperkenalkan pada tahapan pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran sapi. Pemanfaatan limbah tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan sekaligus membantu meningkatkan kesuburan tanah.
Usai penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan sapi dan pemberian vitamin secara gratis oleh tim Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo bersama mahasiswa KKD UMGO. Layanan ini menjadi bagian penting dari kegiatan karena masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga dapat langsung memeriksakan kondisi ternaknya.
Ketua Posko KKD UMGO Desa Limehu,
Muammar Ilham S. Jasin mengatakan, program tersebut dirancang dengan melihat potensi sekaligus kebutuhan masyarakat. Mahasiswa ingin memastikan kehadiran KKD tidak hanya berupa kegiatan seremonial, tetapi memberikan pengetahuan dan manfaat yang dapat diterapkan masyarakat setelah program berakhir.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh, baik dalam menjaga kesehatan ternak maupun mengolah limbah sapi menjadi pupuk organik yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi mahasiswa KKD UMGO bersama pemerintah desa dan Dinas Peternakan Kabupaten Gorontalo dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Melalui program sederhana yang menyentuh langsung kebutuhan peternak, mahasiswa KKD UMGO berupaya menghadirkan semangat Kampus Pencerahan di tengah masyarakat, dengan mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat serta usaha peternakan yang lebih produktif dan berkelanjutan.








































