Beranda Kampus Mahasiswa KKN USN Kolaka dan Global Social Indonesia Tanam Mangrove di Pesisir...

Mahasiswa KKN USN Kolaka dan Global Social Indonesia Tanam Mangrove di Pesisir Bombana

0

Matakita.co, Bombana – Upaya menjaga kawasan pesisir dari abrasi dan pencemaran sampah dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka Angkatan XIV Kelompok 58. Bersama Global Social Indonesia, pemerintah desa, dan masyarakat, mereka menggelar aksi penanaman mangrove dan bersih pantai di Desa Mattirowalie, Kecamatan Poleang, Kabupaten Bombana, Senin (27/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-14, Life Below Water, yang menekankan perlindungan dan pemanfaatan berkelanjutan terhadap laut serta sumber daya kelautan.

Sejak pagi, mahasiswa, perangkat desa, relawan, dan warga bergotong royong membersihkan sampah di sepanjang kawasan pesisir. Setelah pembersihan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove pada sejumlah titik yang dinilai membutuhkan rehabilitasi.

Mangrove dipilih karena memiliki peran penting bagi ekosistem pesisir. Selain membantu menahan abrasi, tanaman ini menjadi habitat berbagai biota, sekaligus memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon.

Koordinator KKN USN Kolaka Kelompok 58 Desa Mattirowalie, Amal Kholiq, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai program mahasiswa selama menjalani KKN, tetapi dapat dilanjutkan masyarakat.

“Penanaman mangrove dan pembersihan pantai ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi dapat menjadi gerakan bersama yang terus dilanjutkan oleh masyarakat untuk menjaga pesisir Desa Mattirowalie,” ujar Amal.

Salah seorang kepala dusun di Desa Mattirowalie, Rustam, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam mengajak masyarakat menjaga lingkungan pesisir. Menurut dia, aksi tersebut sekaligus memberikan contoh mengenai pentingnya mangrove sebagai pelindung alami kawasan pantai.

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN USN Kolaka. Apa yang mereka lakukan hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki makna yang besar. Ini menjadi contoh yang baik bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai dan melestarikan mangrove sebagai benteng alami pesisir desa,” kata Rustam.

Warga juga ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Salah seorang warga menilai kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa program kerja, tetapi juga mendorong masyarakat untuk terlibat langsung dalam menjaga lingkungan.

“Kami senang melihat mahasiswa turun langsung bekerja bersama warga. Mereka tidak hanya datang membawa program, tetapi juga memberikan teladan melalui tindakan nyata. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan dan menginspirasi masyarakat untuk menjaga lingkungan pesisir,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Global Social Indonesia, Abdul, mengatakan penanaman mangrove menjadi salah satu langkah untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari ancaman abrasi.

“Penanaman bakau adalah langkah awal dalam menjaga pesisir dari abrasi. Kami percaya bahwa satu kebaikan akan dibalas dengan seribu kebaikan. Pohon mangrove yang ditanam hari ini akan menjadi pelindung bagi pantai sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di masa depan,” ujarnya.

Selain rehabilitasi mangrove, Abdul menyoroti persoalan sampah di kawasan pantai. Menurut dia, pembersihan pesisir penting dilakukan untuk mencegah sampah plastik terurai menjadi partikel yang lebih kecil dan mencemari ekosistem laut.

Ia berharap keterlibatan mahasiswa, pemerintah desa, organisasi sosial, dan masyarakat dapat membangun kebiasaan bersama dalam menjaga kebersihan pesisir.

“Membersihkan kawasan pesisir merupakan langkah awal dalam mencegah terbentuknya mikroplastik yang dapat mengganggu ekosistem laut, termasuk ikan-ikan yang menjadi sumber pangan masyarakat. Karena itu, kami berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat Desa Mattirowalie untuk terus menjaga kebersihan lingkungan pesisir,” kata Abdul.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Mahasiswa mendorong perawatan mangrove yang telah ditanam serta kegiatan pembersihan pantai dilakukan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Desa Mattirowalie dalam jangka panjang.

Facebook Comments Box