MataKita.co, Barru – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Anabanua melaksanakan program bertajuk “Anabanua Bebas Stunting: Bersama Membangun Generasi Sehat dan Cerdas” di Posyandu Gelleng’e, Desa Anabanua, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Senin (20/7/2026).
Program yang diprakarsai oleh mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan, Muhammad Ghifari Triaji Pamungkas, ini menyasar 16 keluarga yang memiliki anak terindikasi stunting. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pencegahan stunting sekaligus memberikan dukungan pemenuhan gizi bagi anak.
Sebelum pelaksanaan, mahasiswa KKN-PK melakukan validasi data sasaran bersama pihak posyandu, puskesmas, dan pemerintah desa agar penerima manfaat tepat sasaran. Tim juga menyiapkan materi edukasi, mengadakan 16 paket makanan bergizi tinggi protein hewani, serta melakukan koordinasi perizinan dan persiapan lokasi kegiatan.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembukaan yang dihadiri Kepala Desa Anabanua, Koordinator Desa KKN-PK Angkatan 69, serta tokoh masyarakat setempat. Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi interaktif mengenai pengertian stunting, perbedaan antara anak bertubuh pendek dan stunting, pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pola makan bergizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, pemantauan pertumbuhan anak di posyandu, hingga penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Peserta juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan bagi para orang tua untuk berkonsultasi langsung mengenai tumbuh kembang anak dan upaya pencegahan stunting di lingkungan keluarga.
Sebagai bentuk intervensi gizi, mahasiswa KKN-PK menyerahkan 16 paket makanan bergizi kaya protein hewani kepada seluruh keluarga sasaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak, terutama pada masa pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI), sebagai salah satu langkah mendukung perbaikan status gizi.
Muhammad Ghifari Triaji Pamungkas menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan pangan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku keluarga melalui peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan stunting.
“Harapannya, orang tua semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi sejak dini, rutin memantau pertumbuhan anak di posyandu, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Pelaksanaan program menunjukkan capaian yang positif. Seluruh peserta sasaran hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Antusiasme peserta juga terlihat dari tingginya partisipasi selama sesi edukasi maupun diskusi.
Melalui program yang didanai secara swadaya oleh mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 ini, diharapkan tumbuh kesadaran masyarakat untuk terus memberikan asupan gizi yang berkualitas kepada anak sehingga dapat mendukung upaya penurunan prevalensi stunting di Desa Anabanua sekaligus mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.








































