Beranda Kampus Mahasiswa KKN Unhas Gandeng OJK dan Polres Barru Edukasi Warga Cegah Penipuan...

Mahasiswa KKN Unhas Gandeng OJK dan Polres Barru Edukasi Warga Cegah Penipuan Online

0

MataKita.co, Barru – Meningkatnya kasus penipuan digital menjadi tantangan baru bagi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan berbasis teknologi. Beragam modus kejahatan, mulai dari investasi bodong hingga penipuan transaksi daring, tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga menunjukkan pentingnya penguatan literasi keuangan dan kolaborasi lintas lembaga dalam melindungi masyarakat.

Merespons kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Daerah Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan edukasi bertajuk “Optimalisasi Resiliensi Finansial: Strategi Preventif dan Represif Penanganan Sobis (Penipuan) melalui Edukasi Keuangan dan Penguatan Sinergitas Kelembagaan OJK dengan Polri” di Kelurahan Lompo Riaja, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung diikuti sekitar 120 peserta tersebut melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan se-Kecamatan Tanete Riaja, aparat kepolisian, Babinsa, serta masyarakat.

Program ini digelar sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ancaman penipuan online (sobis) yang kian beragam. Mahasiswa KKN menghadirkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat bersama Polres Barru untuk memberikan pemahaman mengenai langkah pencegahan sekaligus mekanisme penanganan apabila masyarakat menjadi korban kejahatan finansial.

Asisten Manajer Madya OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Inci M. Darmawan, menjelaskan berbagai perkembangan aktivitas keuangan ilegal beserta modus penipuan digital yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

Dalam pemaparannya, peserta diperkenalkan dengan peran Satgas PASTI (Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal) dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) sebagai sistem kolaboratif dalam pencegahan, pelaporan, serta percepatan penanganan kasus penipuan transaksi keuangan.

Selain itu, masyarakat memperoleh edukasi mengenai pentingnya memverifikasi informasi, menjaga kerahasiaan data pribadi, mengenali ciri-ciri penipuan digital, serta memahami prosedur pelaporan melalui kanal SIPASTI, IASC, maupun kepolisian.

Mewakili Camat Tanete Riaja, Dewi Anggraeni, S.H., M.H., mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, penguatan literasi keuangan menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya ancaman kejahatan digital.

“Literasi mengenai resiliensi finansial menjadi kebutuhan yang sangat mendesak karena masih banyak masyarakat yang menjadi korban penipuan digital. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diajak untuk lebih waspada, tetapi juga memahami bagaimana membangun ketahanan finansial dan mampu bangkit ketika menghadapi risiko kejahatan keuangan. Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk terus diperkuat,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan Lurah Lompo Riaja, Fatahuddin, S.Sos. Ia menilai kegiatan tersebut menjawab kebutuhan masyarakat akan edukasi mengenai perlindungan dari kejahatan finansial.

“Kami mengapresiasi inisiatif Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin yang menghadirkan edukasi mengenai penipuan online langsung bersama OJK dan kepolisian. Program ini memberikan pengetahuan yang praktis mengenai pencegahan, perlindungan, serta langkah yang harus dilakukan apabila menjadi korban,” katanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Daerah Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Kecamatan Tanete Riaja semakin memiliki literasi keuangan yang baik, mampu mengenali berbagai modus penipuan digital, serta memahami mekanisme pelaporan dan perlindungan hukum apabila menghadapi tindak kejahatan finansial.

Program tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 16, yakni mewujudkan masyarakat yang damai, inklusif, dan tangguh melalui penguatan akses terhadap keadilan serta kolaborasi antarlembaga dalam melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan.

Facebook Comments Box