MataKita.co, Pangkep — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) mendampingi Kelompok Tani Tobang di Desa Biraeng, Kabupaten Pangkep, dalam mengembangkan branding dan identitas visual produk hayati.
Pendampingan dilakukan melalui program kerja individu bertajuk “Pendampingan Pengembangan Branding dan Identitas Visual Produk Hayati Kelompok Tani Tobang Desa Biraeng” yang dilaksanakan mahasiswa KKN Unhas, A. Lulu Fauziyah Fiha.
Program tersebut berangkat dari potensi sejumlah produk hayati yang telah dikembangkan Kelompok Tani Tobang. Produk itu antara lain Pupuk Organik Cair (POC), Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR), Mikroorganisme Lokal (MOL), dan pestisida nabati.
Namun, berdasarkan hasil observasi dan diskusi bersama kelompok tani, produk-produk tersebut masih menggunakan kemasan sederhana dan belum dilengkapi identitas visual yang dapat memperkuat karakter sekaligus daya tarik produk.
Berangkat dari kondisi tersebut, Lulu menyusun konsep branding dan identitas visual yang disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani. Pengembangan tersebut meliputi desain label kemasan POC, struktur organisasi Kelompok Tani Tobang, serta poster edukasi mengenai hama, penyakit, dan musuh alami tanaman.
Desain dibuat agar mudah dipahami dan dapat digunakan serta dikembangkan secara berkelanjutan oleh kelompok tani.
Tidak hanya menghasilkan desain, pendampingan juga dilengkapi dengan penyusunan Buku Panduan Branding dan Identitas Visual Produk Hayati. Buku tersebut memuat panduan penggunaan logo, label kemasan, dan elemen identitas visual lainnya.
Panduan itu diharapkan menjadi acuan bagi Kelompok Tani Tobang untuk menerapkan dan mengembangkan identitas produknya secara mandiri setelah program KKN berakhir.
Seluruh hasil program kemudian diserahkan kepada Ketua Kelompok Tani Tobang, Amiruddin, dalam bentuk cetak dan berkas digital. Dengan demikian, hasil pendampingan dapat langsung dimanfaatkan sekaligus dikembangkan sesuai kebutuhan kelompok tani.
Amiruddin mengapresiasi pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN Unhas. Menurut dia, identitas visual yang dihasilkan membantu kelompok tani memperbaiki tampilan produk yang sebelumnya masih dikemas secara sederhana.
“Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan ini. Sebelumnya produk kami hanya dikemas secara sederhana, tetapi sekarang sudah memiliki desain label dan identitas yang lebih baik. Semoga hasil ini dapat kami gunakan untuk mengembangkan produk Kelompok Tani Tobang ke depannya,” ujar Amiruddin.
Penguatan branding tersebut diharapkan tidak berhenti pada perubahan tampilan kemasan. Identitas produk yang lebih jelas juga dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan produk hayati Kelompok Tani Tobang secara lebih luas.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Unhas dalam mendorong pemberdayaan kelompok tani, inovasi pertanian, serta peningkatan nilai tambah produk lokal di Desa Biraeng.







































