Beranda Kampus Di Hadapan Pengawas dan Guru SMK, Rektor UMGO Tekankan Pentingnya Growth Mindset

Di Hadapan Pengawas dan Guru SMK, Rektor UMGO Tekankan Pentingnya Growth Mindset

0
Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong menjadi narasumber dalam Forum Transformasi Fungsi Kepengawasan Melalui Kolaborasi Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah dan Guru dalam Peningkatan Mutu Pendidikan pada Satuan Pendidikan Jenjang SMK Tahun 2026, di Elmadinah Kota Gorontalo, Jumat 30 Oktober 2026.

MataKita.co, Gorontalo – Transformasi pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan perubahan kebijakan dan sistem, tetapi harus dimulai dari perubahan pola pikir atau mindset. Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Prof. Dr. Abd. Kadim Masaong, saat menjadi pemateri dalam kegiatan Transformasi Kepengawasan Pendidikan Berbasis Kolaborasi Strategis untuk Penguatan Mutu Pendidikan SMK, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para pengawas sekolah, kepala sekolah, guru SMK, serta pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan. Pertemuan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus diskusi untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di lingkungan SMK di Gorontalo.

Mengawali pemaparannya, Rektor menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya dan UMGO untuk berbagi gagasan dalam kegiatan tersebut.

“Atas nama pribadi dan UMGO, saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Mudah-mudahan apa yang kita diskusikan dapat bermanfaat dan menjadi bahan rujukan bagi kita semua dalam mengelola pendidikan di Gorontalo,” ungkapnya.

Dalam materinya, Prof. Abd. Kadim Masaong menekankan bahwa transformasi, inovasi, dan kreativitas harus dimulai dari perubahan pola pikir. Ia memperkenalkan konsep growth mindset sebagai fondasi penting dalam memperkuat transformasi kepengawasan berbasis kolaborasi.

Menurutnya, pengawas, kepala sekolah, dan guru perlu memiliki kemauan untuk terus berkembang, terbuka terhadap perubahan, serta tidak berhenti belajar. Kolaborasi antarelemen pendidikan juga menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan mutu sekolah.

Rektor turut mengangkat pendekatan Deep Learning berbasis kontekstual dengan mengambil filosofi kehidupan dari lingkungan sekitar, seperti pisang, kelapa, bambu, kopi, wortel, telur, laba-laba, lebah, hingga jagung.

Berbagai filosofi tersebut menjadi bahan diskusi untuk mengidentifikasi dan mengembangkan soft skill siswa serta kecerdasan IESQ. Melalui pendekatan ini, guru didorong menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga pembentukan karakter dan kemampuan peserta didik.

Di hadapan para pengawas, kepala sekolah, dan guru, Rektor juga mengingatkan pentingnya budaya belajar sepanjang hayat bagi seorang pendidik.

“Guru sambil mengajar harus terus belajar. Dengan iman yang kuat, dengan bekerja keras kita sukses, dan dengan doa kita memiliki semangat untuk terus melangkah,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan pola pikir dan kolaborasi yang lebih kuat antara pengawas, kepala sekolah, guru, serta pemangku kepentingan pendidikan dalam mendorong transformasi kepengawasan dan meningkatkan mutu pendidikan SMK di Gorontalo.

Facebook Comments Box