Beranda Kampus UMGO Bekali Calon Guru dengan Nilai Kebhinekaan dan Toleransi di Ruang Kelas

UMGO Bekali Calon Guru dengan Nilai Kebhinekaan dan Toleransi di Ruang Kelas

0
Rektor UMGO, Prof. Abd. Kadim Masaong

Matakita.co, Gorontalo — Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Gorontalo terus memperkuat pembentukan karakter calon guru melalui workshop penguatan kebhinekaan yang berlangsung di Hotel Eljie Syariah Gorontalo, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa PPG, dosen, serta sivitas akademika sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai toleransi, inklusivitas, dan moderasi kebhinekaan bagi para calon pendidik. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menghargai keberagaman.

Dekan FKIP UMGO, Abd. Hamid Isa, mengatakan penguatan kebhinekaan menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa PPG karena mereka akan berinteraksi dengan peserta didik yang berasal dari latar belakang sosial, budaya, bahasa, dan agama yang beragam.

Menurutnya, guru harus memiliki kemampuan membangun ruang kelas yang inklusif sehingga seluruh peserta didik merasa diterima dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Di lingkungan pendidikan terdapat beragam karakteristik siswa. Karena itu, calon guru perlu memiliki pemahaman yang utuh tentang pentingnya menjaga kelas sebagai ruang yang nyaman bagi seluruh peserta didik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tugas guru tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, aman, dan mendorong perkembangan potensi siswa secara optimal.

Workshop tersebut juga menjadi bagian dari strategi PPG UMGO dalam menanamkan nilai kebhinekaan dan nasionalisme kepada mahasiswa. Para peserta memperoleh berbagai materi mengenai etika, norma, serta pendekatan dalam membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan harmonis.

“Harapannya, mahasiswa mampu menjadi pribadi yang inklusif dan toleran serta menularkan nilai-nilai positif kepada peserta didik di sekolah,” kata Hamid.

Sementara itu, Rektor UMGO, Abd. Kadim Masaong, menegaskan bahwa profesi guru memiliki peran strategis di tengah masyarakat karena tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga figur teladan.

“Guru merupakan sosok yang ditokohkan di masyarakat. Karena itu, selama mengikuti PPG, mahasiswa dibekali berbagai pengetahuan, keterampilan, dan model pembelajaran agar mampu menjadi pendidik yang relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Dalam workshop tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi yang membahas moderasi beragama, penguatan nilai kebhinekaan dalam pendidikan dan kehidupan bermasyarakat, serta peran guru dalam menanamkan sikap toleransi dan harmoni sosial di lingkungan sekolah.

Selain sesi materi, kegiatan juga diisi dengan berbagai aktivitas interaktif, termasuk permainan berbasis empati dan kerja sama yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran peserta terhadap pentingnya menghargai perbedaan.

Melalui workshop ini, PPG FKIP UMGO menegaskan komitmennya untuk mencetak guru profesional yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepekaan sosial, serta kemampuan menjadi agen perubahan dalam membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkeadaban.

Facebook Comments Box