Matakita.co, Gorontalo – Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo (FK UMGO) menunjukkan kesiapan menghadapi asesmen lapangan akreditasi Program Studi Pendidikan Profesi Dokter yang dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAMPT-Kes), Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 5 FK UMGO tersebut menghadirkan tim asesor LAMPT-Kes, yakni Dr. dr. Ibrahim, M.Sc., M.Pd., Sp.KKLP, Prof. Dr. dr. Wawaimuli Arozal, M.Biomed., Pharm.D., Dr. dr. Gusti Ayu Putu Nilawati, Sp.A(K), MARS, dan Dr. dr. Debby Shintiya Dewi, Sp.M(K).

Asesmen lapangan turut dihadiri pimpinan Universitas Muhammadiyah Gorontalo, perwakilan pemerintah daerah, rumah sakit jejaring, organisasi profesi, mitra institusi, serta sivitas akademika FK UMGO.
Dekan FK UMGO, Dr. dr. Irwin Aras, M.Epid., M.Med.Ed., mengatakan asesmen lapangan merupakan tahapan penting dalam proses akreditasi yang menjadi cerminan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika dan para mitra yang selama ini mendukung pengembangan fakultas.
“Ini merupakan momentum untuk menunjukkan berbagai upaya peningkatan mutu yang telah dilakukan dalam rangka menghasilkan lulusan dokter yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di Gorontalo,” ujarnya.
Dukungan terhadap proses akreditasi juga datang dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin sebagai institusi pembina. Dekan FK Unhas, Prof. Dr. dr. Haerani Rasyid, M.Kes., Sp.PD-KGH., Sp.GK., FINASIM, menilai asesmen lapangan menjadi sarana evaluasi sekaligus penguatan mutu pendidikan kedokteran.
Menurutnya, seluruh proses pendidikan harus terus dijaga agar berjalan sesuai standar dan mampu menghasilkan dokter yang profesional serta berdaya saing.
Sementara itu, Rektor UMGO menegaskan bahwa capaian hingga tahap asesmen lapangan merupakan hasil perjalanan panjang universitas dalam menghadirkan pendidikan kedokteran di Gorontalo.
Ia mengungkapkan bahwa berbagai tantangan pernah dihadapi sejak awal pendirian Fakultas Kedokteran, mulai dari penyediaan sarana hingga pemenuhan persyaratan regulasi. Namun, berkat dukungan berbagai pihak, terutama FK Unhas, FK UMGO terus berkembang dan kini memiliki fasilitas pendidikan yang semakin representatif.
“Akreditasi bukan untuk menghakimi institusi, melainkan menjadi bagian dari proses pembinaan dan peningkatan mutu. Karena itu, kami siap menerima berbagai masukan demi pengembangan pendidikan kedokteran yang lebih baik,” katanya.
Ketua Tim Asesor LAMPT-Kes, Dr. dr. Ibrahim, menjelaskan bahwa asesmen lapangan bertujuan melakukan verifikasi terhadap dokumen yang telah disampaikan perguruan tinggi sekaligus memastikan kesesuaiannya dengan kondisi di lapangan.
“Jangan takut kepada tim asesor. Kami datang untuk melihat dan memastikan apa yang telah dituliskan. Bahkan bisa jadi kondisi yang ada lebih baik daripada yang tertuang dalam dokumen,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi perkembangan UMGO sebagai perguruan tinggi yang relatif muda, namun mampu menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya di bidang kedokteran.
Melalui asesmen lapangan ini, FK UMGO berharap memperoleh hasil terbaik sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna mencetak dokter yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing.







































