Matakita.co, BOLAANG MONGONDOW SELATAN (10/06) – Melanjutkan estafet kunjungan kerja strategisnya di wilayah daratan Bolaang Mongondow Raya, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, H. Ferry Tass, S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo, melakukan serangkaian agenda intensif berskala nasional di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Rabu (10/06/2026). Rangkaian kegiatan maraton ini didesain secara komprehensif, mulai dari supervisi program nasional, penguatan kelembagaan desa, mitigasi yuridis, hingga aksi asistensi sosial kemasyarakatan.
Mengawali agenda di bumi Religius, Wakajati Sulut langsung melakukan peninjauan lapangan (on-the-spot) ke SMP Negeri 1 Molibagu. Kunjungan ini difokuskan pada pengawasan dan monitoring implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), guna memastikan seluruh distribusi dan standardisasi berjalan linier sesuai parameter nasional guna menyukseskan program Asta Cita Presiden RI.

Akselerasi berlanjut pada sektor penguatan kelembagaan desa melalui agenda Pelantikan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Kedatangan orang nomor dua di Korps Adhyaksa Sulawesi Utara ini disambut dengan prosesi agung ritual adat lokal oleh tokoh adat dan tokoh masyarakat Bolaang Mongondow Selatan, memproyeksikan penghormatan sosiologis yang mendalam terhadap institusi penegak hukum.

Momentum ini menjadi legalitas baru bagi jajaran pengurus Abpednas Bolsel untuk mengonsolidasikan perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel. Setelah pelantikan usai, Ferrytass., Dt. Toembidjo langsung bertindak sebagai narasumber utama dalam forum koordinasi dan pembekalan Abpednas se-Kabupaten Bolsel untuk memaparkan materi krusial mengenai optimalisasi Program Jaga Desa (Jaksa Garda Desa).
Berdasarkan direktif tertulis Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., program tersebut ditekankan murni sebagai instrumen mitigasi yuridis yang mengedepankan aspek preventif (early warning system).

Menariknya, meski kegiatan sosialisasi berlangsung di bawah cuaca panas terik hingga pukul 14.00 WITA, tokoh bergelar adat Dt. Toembidjo ini membawakan materi dengan gaya komunikatif, retorika yang segar, kocak, dan penuh humor berbobot. Pendekatan sosiologis yang persuasif ini sukses memantik antusiasme tumpah ruah dari sekitar 300 peserta yang terdiri dari jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, Camat, Kepala Desa (Sangadi/Hukum Tua), serta perangkat desa se-Bolsel yang bertahan tertib tanpa beranjak dari tempat duduk mereka.
Dalam pokok sambutannya, H. Ferry Tass., S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo menguraikan data performa makro keanggotaan Abpednas di mana Provinsi Sulawesi Utara berhasil menempati urutan pertama secara nasional dengan capaian 27.141 anggota aktif. Sementara untuk skala regional, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan berada pada peringkat kesepuluh se-Provinsi Sulawesi Utara dengan jumlah keanggotaan sebanyak 166 anggota, yang diharapkan menjadi modalitas berharga untuk memacu efektivitas pengawasan anggaran desa berdasarkan regulasi UU Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa.
Masih di dalam satu kesatuan rangkaian acara Abpednas tersebut, H. Ferry Tass., S.H., M.Hum., M.Si., Dt. Toembidjo bersama jajaran Forkopimda bergerak melakukan aksi lingkungan berupa penanaman pohon ketahanan pangan masyarakat. Agenda yang melekat dalam kegiatan ini dirancang sebagai langkah mitigasi dan stimulasi bagi para kepala desa serta masyarakat lokal untuk lebih produktif memanfaatkan lahan, sekaligus memperkuat kedaulatan pangan berbasis komunitas.

Menuntaskan seluruh rangkaian agenda eksternal di Kabupaten Bolsel, Wakajati Sulut beserta rombongan bergerak melakukan kunjungan dinas internal menuju Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Kotamobagu di Dumoga. Kunjungan ini dimaksudkan untuk meninjau sarana prasarana, kesiapan personel, sekaligus melakukan supervisi substantif penanganan perkara dan pelayanan hukum di tingkat tapak.

Setibanya di Dumoga, agenda diistirahatkan sejenak untuk menunaikan ibadah Shalat Ashar berjamaah di mushola kantor bersama seluruh staf. Guna mencairkan formalitas kedinasan dan membangun ruang komunikasi yang hangat serta humanis dengan jajaran Adhyaksa di garis depan, agenda kunker ini diakhiri dengan sesi ramah tamah makan durian bersama seluruh staf Cabjari Dumoga. Sesi informal ini menjadi instrumen konsolidasi internal yang efektif demi memupuk soliditas korps dalam bingkai kekeluargaan yang kokoh.




































