Matakit.co, Sidrap- Pada 24 Juli 2026 Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin melalui program kerja individu Alya Muftia Rahma, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), melaksanakan kegiatan SINERGI (Semangat Edukasi Keselamatan dan Pengendalian Risiko pada Petani di Desa Passeno). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani mengenai pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sehingga risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di sektor pertanian dapat diminimalkan. Kegiatan ini diikuti oleh 21 orang petani yang merupakan warga Desa Passeno.
Menurutnya Sektor pertanian merupakan salah satu sektor pekerjaan yang memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Aktivitas seperti mencangkul, menanam, memanen, menggunakan alat pertanian, hingga menyemprot pestisida berpotensi menimbulkan berbagai bahaya apabila tidak dilakukan dengan cara yang aman. Selain itu, paparan sinar matahari dalam waktu lama, penggunaan pestisida yang kurang tepat, serta rendahnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera maupun gangguan kesehatan pada petani.
Oleh karena itu, edukasi mengenai penerapan K3 menjadi langkah promotif dan preventif yang penting untuk meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan pertanian.
Alya Muftia Rahma juga berharap melalui kegiatan ini, peserta memperoleh edukasi mengenai pengertian dan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), potensi bahaya dalam pekerjaan bertani, risiko kecelakaan kerja yang sering dialami petani, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta cara penanggulangan risiko kecelakaan kerja di sektor pertanian. Edukasi disampaikan menggunakan media presentasi, pemutaran video edukatif, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab agar materi lebih mudah dipahami oleh peserta. Selain itu, dilakukan pre-test dan post- test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan.
Selama kegiatan berlangsung, 21 petani yang hadir menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang tinggi. Peserta secara aktif mengikuti jalannya edukasi, memperhatikan materi yang disampaikan, menjawab pertanyaan, berbagi pengalaman mengenai kondisi kerja yang mereka hadapi sehari-hari, serta berdiskusi mengenai cara bekerja yang lebih aman. Interaksi tersebut menciptakan suasana edukasi yang komunikatif dan menunjukkan tingginya kepedulian petani terhadap pentingnya menjaga keselamatan dan kesehatan saat bekerja.
Pelaksanaan program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di sektor pertanian. Diharapkan edukasi ini dapat meningkatkan pengetahuan petani mengenai penerapan K3, membangun kesadaran akan pentingnya penggunaan APD, serta mendorong penerapan perilaku kerja yang lebih aman dalam aktivitas pertanian sehari-hari.
Melalui program individu SINERGI, diharapkan para petani di Desa Passeno mampu mengenali potensi bahaya di lingkungan kerja, menerapkan langkah-langkah pencegahan kecelakaan kerja, serta membiasakan penggunaan APD sesuai jenis pekerjaan yang dilakukan.
Program ini juga menjadi wujud kontribusi Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan dan keselamatan kerja masyarakat melalui edukasi yang berkelanjutan di Kabupaten Sidenreng Rappang. (**)








































