MataKita.co, Makassar – Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HIMAKAHA) Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) membekali pengurus lembaga dengan kemampuan monitoring dan evaluasi sebagai persiapan mengawal pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 di Desa Popo. Pembekalan berlangsung di Makassar, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber dengan materi yang saling melengkapi. Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., membahas strategi pemberdayaan masyarakat, sedangkan Dr. Hasan Basri, S.K.M., mengulas persoalan stunting, aspek gizi, serta penyusunan instrumen pre-test dan post-test sebagai bagian dari evaluasi program.
Dalam pemaparannya, Adnan Kasogi menegaskan bahwa keberhasilan sebuah program pengabdian tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan sejauh mana masyarakat mampu mandiri setelah proses pendampingan selesai. Karena itu, ia mendorong pengurus memahami pendekatan Penta Helix agar mampu memetakan peran pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media dalam mendukung keberhasilan program.
“Mahasiswa harus hadir sebagai teman belajar masyarakat, bukan sebagai pihak yang merasa paling tahu. Kalau masyarakat sudah bisa berjalan sendiri tanpa kita, itu baru namanya berhasil,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Hasan Basri menyoroti tantangan Indonesia yang masih menghadapi triple burden of malnutrition. Menurutnya, upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak remaja putri melalui perbaikan status gizi dan edukasi yang berkelanjutan. Ia menilai langkah tersebut semakin penting mengingat prevalensi stunting di Sulawesi Selatan masih berada di atas rata-rata nasional.
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari persiapan pengurus dalam mengawal pelaksanaan Program OCEANS (One Health Coastal Environment and Nutrition Sustainability) yang diinisiasi HIMAKAHA FK Unhas bersama Pemerintah Desa Popo. Program berbasis pendekatan One Health itu menyasar 40 rumah tangga dengan kualitas air yang rendah dan memiliki balita berisiko stunting.
Melalui program tersebut, mahasiswa akan melaksanakan edukasi gizi, pelatihan pembuatan filter air bersih, pengembangan DAPURGESIT berbasis pangan lokal, serta pembentukan RUMAH TOGA. Seluruh rangkaian kegiatan akan dijalankan bersama Kelompok MORINGAI dengan dukungan aplikasi GiziTa sebagai media edukasi dan pendampingan masyarakat.
Ketua HIMAKAHA FK Unhas, Muhammad Rizky Isnayanto, mengatakan pembekalan merupakan bentuk komitmen organisasi untuk memastikan pengurus mampu menjalankan fungsi monitoring dan evaluasi secara optimal selama program berlangsung.
“Dengan pemahaman yang kuat mengenai strategi pemberdayaan masyarakat dan isu gizi, kami dapat menjalankan fungsi monitoring dan evaluasi secara lebih bermakna, bukan sekadar memenuhi aspek administratif,” katanya.
Program OCEANS mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya tujuan ke-3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, tujuan ke-6 mengenai akses air bersih dan sanitasi layak, serta tujuan ke-9 tentang inovasi. Program ini juga sejalan dengan agenda nasional dalam percepatan penurunan stunting melalui pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal di tingkat desa.








































