Beranda Kampus Sebanyak 5.282 Mahasiswa Unhas Siap Jalankan KKN di 8 Negara dan 23...

Sebanyak 5.282 Mahasiswa Unhas Siap Jalankan KKN di 8 Negara dan 23 Kabupaten/Kota

0

MataKita.co, Makassar – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebanyak 5.282 mahasiswa resmi dilepas untuk mengikuti KKN Gelombang 116 yang akan dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara.

Program KKN tersebut dirancang sebagai wadah kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi berbasis potensi lokal sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Direktur Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran (Transdiva) Unhas, Ir. Sahrianti Saad, S.Hut., M.Si., Ph.D., mengatakan penyelenggaraan KKN dilaksanakan melalui tata kelola kolaboratif yang melibatkan berbagai unit di lingkungan universitas. Seluruh tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, disusun secara terintegrasi agar memberikan manfaat optimal bagi mahasiswa maupun masyarakat.

“KKN merupakan kerja bersama seluruh elemen di universitas. Koordinasi lintas bidang menjadi kunci agar program berjalan terarah dan memberikan dampak yang optimal,” ujarnya.

Sahrianti menjelaskan persiapan KKN telah dilakukan sejak jauh hari melalui pemetaan kebutuhan daerah serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai mitra. Setelah pelaksanaan di lapangan, mahasiswa akan mengikuti seminar hasil dan expo sebagai ruang refleksi sekaligus diseminasi inovasi yang telah dikembangkan selama pengabdian.

Pelepasan mahasiswa dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.BM(K). Dalam sambutannya, ia menegaskan keberhasilan KKN tidak ditentukan oleh lamanya masa pengabdian, melainkan kemampuan mahasiswa membangun kolaborasi dan menghadirkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“KKN adalah ruang untuk menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa harus mampu menjadi mediator yang menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah melalui pendekatan akademik,” katanya.

Menurut Ruslin, KKN merupakan laboratorium kehidupan yang membentuk kemampuan adaptasi, komunikasi, kepemimpinan, serta kepekaan sosial mahasiswa. Karena itu, peserta diminta menjaga integritas dan nama baik Universitas Hasanuddin selama berada di lokasi pengabdian.

KKN Gelombang 116 dilaksanakan melalui empat skema, yakni KKN Inovasi Daerah, KKN Kolaborasi Institusi, KKN Jejaring Internasional, dan KKN Khusus.

Pada skema KKN Inovasi Daerah, mahasiswa ditempatkan di 23 kabupaten/kota, antara lain Maros, Pangkep, Barru, Parepare, Sidrap, Pinrang, Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Bone, Kepulauan Selayar, Tana Toraja, Toraja Utara, Wajo, Soppeng, dan Majene.

Sementara itu, KKN Jejaring Internasional dilaksanakan di delapan negara, yakni Malaysia, Jepang, Thailand, Taiwan, Hong Kong, Timor-Leste, Korea Selatan, serta satu negara mitra lainnya.

Adapun KKN Kolaborasi Institusi melibatkan berbagai lembaga strategis, di antaranya Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, sejumlah kejaksaan negeri dan pengadilan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Perpustakaan Nasional, PT Vale Indonesia, dan PT Semen Tonasa. Sementara KKN Khusus dilaksanakan melalui Program Tematik Prestasi di Makassar dan Tematik Co-ops Vale di Kabupaten Luwu Timur.

Secara keseluruhan, mahasiswa akan ditempatkan di delapan negara, dua provinsi, 23 kabupaten/kota, 135 kecamatan, serta 613 desa dan kelurahan dengan pendampingan 205 dosen pembimbing lapangan.

Pelepasan KKN Gelombang 116 berlangsung di Baruga A.P. Pettarani Unhas, Senin (29/6), dan dihadiri jajaran pimpinan universitas serta perwakilan pemerintah daerah sebagai bentuk penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal.

Facebook Comments Box