Matakita.co, Majene – Langkah konkrit dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat tapak terus digelorakan di Sulawesi Barat. Tim Dosen Universitas Terbuka (UT) berkolaborasi dengan dosen Universitas Sulawesi Barat serta Pemerintah Kabupaten Majene menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Program bertajuk Youth Food Movement: Pemberdayaan Karang Taruna dalam Ketahanan Pangan Desa Pamboborang ini dilaksanakan di Galung Paara dan Kebun Pemuda Desa Pamboborang pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Kegiatan ini mengusung pendekatan unik dengan mengkolaborasikan perspektif Ilmu Administrasi Pemerintahan dengan perspektif Ketahanan Nasional yang memandang kemandirian pangan lokal sebagai pilar utama kesejahteraan bangsa. Program ini juga menggalang sinergi lintas sektor (collaborative governance) dengan menghadirkan dua pejabat kunci Pemkab Majene sebagai narasumber utama.
Dalam sesi edukasi dan pembekalan materi, Kabid Pemberdayaan Masyarakat DPMD Majene, Muhammad Fauzan ST., Sos., M.Si., menekankan pentingnya perubahan peran pemuda desa. Menurutnya, Karang Taruna tidak lagi sekadar menjadi penyelenggara kegiatan seremonial atau olahraga, melainkan harus bertransformasi menjadi penggerak roda ekonomi produktif desa.
Sejalan dengan hal tersebut, Kabid Dinas Ketahanan Pangan Majene, Muhammad Syafri Syam, SP., membekali para pemuda dengan wawasan smart farming adaptif, pemanfaatan pupuk organik cair, hingga teknik efisiensi irigasi untuk lahan kering. Pemuda diarahkan untuk memimpin modernisasi sektor pertanian agar menjadi profesi yang menjanjikan melalui agropreneurship.
Tidak berhenti pada teori, kegiatan dilanjutkan dengan aksi nyata berupa gotong royong memanfaatkan lahan tidur kas desa menjadi Kebun Pemuda. Puluhan pemuda Karang Taruna Desa Pamboborang tampak antusias mempraktikkan langsung teknik pengolahan media tanam, pempolibegan, hingga pembuatan instalasi pelindung tanaman berbasis kearifan lokal menggunakan bambu.
”Selama ini kegiatan Karang Taruna di desa kami lebih banyak fokus pada acara seremonial saja. Kebun Pemuda ini akan kami rawat secara serius agar menjadi bukti bahwa pemuda Desa Pamboborang siap mandiri dan jadi motor ekonomi desa,” ungkap Aldi, Ketua Karang Taruna Desa Pamboborang.
Gerakan ini diharapkan membawa dampak yang lebih luas bagi wilayah sekitarnya. Ketua Tim Pengabdian UT, Saddam Husain Tamrin, S.Sos., M.A.P., menyampaikan bahwa keterlibatan aktif generasi muda adalah kunci ketahanan daerah dalam menghadapi tekanan harga pangan dan krisis iklim.
Melalui dukungan penuh pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Terbuka, gerakan Youth Food Movement di Desa Pamboborang ini diharapkan dapat menjadi pilot project bagi desa-desa lain. Sinergi antara akademisi, pemerintah daerah, dan pemuda desa menjadi kunci utama untuk mewujudkan Sulawesi Barat yang mandiri dan berdaulat pangan. (*/Rp)







































