Beranda Kampus Mahasiswa KKN PK Unhas Edukasi Siswa SMAN 5 Sidrap Jadi Jumantik Muda...

Mahasiswa KKN PK Unhas Edukasi Siswa SMAN 5 Sidrap Jadi Jumantik Muda melalui Gerakan PSN 3M Plus

0

MataKita.co, Sidrap – Kesadaran menjaga sanitasi lingkungan menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Untuk menumbuhkan kepedulian tersebut sejak usia sekolah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Universitas Hasanuddin Posko Desa Teppo menggelar edukasi sanitasi lingkungan di SMAN 5 Sidenreng Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan bertajuk “Jumantik Muda: Edukasi Sanitasi Lingkungan terkait PSN 3M Plus pada Siswa SMA” ini merupakan program kerja Poppy Evelyne Asik Sombo, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan Lingkungan. Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan DBD.

Dalam pemaparannya, Poppy menjelaskan konsep sanitasi lingkungan, karakteristik nyamuk Aedes, berbagai jenis kontainer yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, serta pentingnya penerapan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.

Edukasi dikemas secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Para siswa juga diajak menjadi Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Muda dengan melakukan pemeriksaan sederhana terhadap wadah-wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, serta mengajak keluarga menerapkan gerakan PSN 3M Plus.

Salah seorang peserta, Kahfi, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai hubungan antara sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

“Menurut saya, sanitasi lingkungan sangat penting agar penyakit DBD tidak semakin merajalela serta nyamuk Aedes tidak terus berkembang biak,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Kepala SMAN 5 Sidenreng Rappang. Menurutnya, edukasi mengenai pemberantasan sarang nyamuk relevan dengan kondisi lingkungan sekolah yang memiliki banyak pepohonan sehingga perlu pemantauan rutin terhadap potensi perkembangbiakan nyamuk.

“Saya rasa memang perlu ada edukasi terkait pemberantasan sarang nyamuk. Kondisi lingkungan sekolah yang rindang ini berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuk sehingga perlu dipantau,” katanya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN PK Universitas Hasanuddin berharap para siswa dapat menjadi pelopor budaya hidup bersih sekaligus agen perubahan yang aktif mengedukasi keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya menjaga sanitasi lingkungan. Dengan demikian, upaya pencegahan DBD melalui gerakan PSN 3M Plus dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di kehidupan sehari-hari.

Facebook Comments Box