MataKita.co, Pangkep – Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) memulai rangkaian kegiatan Evidence Based Learning (EBL) II di Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), melalui Seminar Awal yang digelar pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan EBL II yang berlangsung pada 27 Juli hingga 15 Agustus 2026.
Seminar tersebut dihadiri pemerintah kelurahan, pihak Puskesmas Pundata Baji, kader kesehatan, serta tokoh masyarakat sebagai wadah koordinasi sekaligus penyampaian tujuan, sasaran, dan mekanisme pelaksanaan EBL II. Melalui pertemuan ini, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat berkolaborasi mendukung kelancaran kegiatan.
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan rencana pendataan dan pengukuran status gizi terhadap lima kelompok sasaran, yakni ibu hamil, ibu menyusui, remaja putri, bayi di bawah dua tahun (baduta), dan balita. Kelima kelompok tersebut dipilih karena merupakan kelompok rentan yang memiliki peran penting dalam pendekatan life cycle untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Pendataan dilakukan menggunakan strategi door to door dengan mengunjungi langsung rumah responden. Melalui pendekatan ini, mahasiswa melakukan wawancara menggunakan kuesioner berbasis KoboCollect, pengisian Food Frequency Questionnaire (FFQ) pada kelompok sasaran tertentu untuk mengetahui pola konsumsi pangan, serta pengukuran antropometri yang meliputi berat badan, tinggi badan atau panjang badan, lingkar lengan atas (LiLA), hingga lingkar perut sesuai karakteristik masing-masing kelompok sasaran.
Kepala Puskesmas Pundata Baji, Sumarni, mengatakan pendekatan door to door diharapkan mampu menghasilkan data kesehatan dan gizi masyarakat yang lebih akurat sebagai dasar penyusunan program intervensi.
“Strategi door to door memungkinkan mahasiswa memperoleh data kesehatan dan gizi masyarakat secara lebih akurat. Data tersebut diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran,” ujar Sumarni.
Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, pelaksanaan EBL II diharapkan menghasilkan data yang valid dan berkualitas sebagai dasar penyusunan intervensi gizi pada tahapan EBL berikutnya. Pendekatan berbasis bukti tersebut sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 3, yakni menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua melalui penguatan upaya promotif dan preventif berbasis data.








































