MataKita.co, Pangkep — Mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) memetakan kondisi gizi dan kesehatan masyarakat di Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Pemetaan dilakukan melalui rangkaian Evidence Based Learning (EBL) II yang berlangsung pada 27 Juli hingga 15 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dengan menerapkan ilmu gizi secara langsung di tengah masyarakat.
Selama kegiatan, mahasiswa melakukan pendataan dan pengukuran terhadap 110 sasaran. Mereka terdiri atas 19 anak di bawah dua tahun (baduta), 28 balita, 16 ibu menyusui, tiga ibu hamil, serta 44 remaja putri.
Hasil pendataan menunjukkan masih terdapat sejumlah persoalan gizi dan kesehatan yang perlu menjadi perhatian.
Pada kelompok baduta, misalnya, sebanyak 13 dari 19 anak atau 68,42 persen tercatat belum memiliki status imunisasi dasar lengkap. Dari aspek status gizi, tiga baduta masuk kategori kurus berdasarkan indikator berat badan menurut panjang badan (BB/PB), sedangkan tiga lainnya mengalami gizi kurang berdasarkan berat badan menurut umur (BB/U).
Sementara pada kelompok balita, pilek atau hidung tersumbat menjadi keluhan infeksi yang paling banyak ditemukan. Keluhan tersebut dialami 10 dari 26 balita yang dinilai atau sekitar 38 persen.
Mahasiswa juga melakukan penilaian terhadap kondisi ibu menyusui. Dari 16 ibu menyusui yang menjadi sasaran, sembilan berada dalam kategori normal berdasarkan penilaian kesehatan mental, lima kategori ringan (mild), sedangkan dua lainnya teridentifikasi memiliki risiko depresi.
Di tengah temuan tersebut, tingkat pengetahuan ibu menyusui mengenai pemberian makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) relatif baik. Sebanyak 13 orang atau 81,25 persen tercatat memiliki tingkat pengetahuan tinggi terkait MP-ASI.
Adapun seluruh ibu hamil yang menjadi sasaran pendataan tercatat mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
Sekretaris Kelurahan Pundata Baji, Agus Salim, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa Gizi Unhas yang turun langsung melakukan pendataan dan berinteraksi dengan masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Gizi Unhas. Kegiatan seperti ini sangat baik karena mahasiswa bisa turun langsung ke masyarakat, berinteraksi dengan warga, dan melihat kondisi yang ada secara langsung,” ujar Agus.
Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat di Kelurahan Pundata Baji dapat terus berlanjut.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus terjalin ke depannya,” kata dia.
Rangkaian EBL II ditutup dengan Seminar Akhir yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memaparkan hasil pendataan dan analisis selama berada di Pundata Baji.
Selain menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, hasil pemetaan tersebut memberikan gambaran awal mengenai kondisi gizi dan kesehatan sejumlah kelompok masyarakat di Pundata Baji. Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan untuk menentukan prioritas intervensi gizi dan kesehatan yang lebih tepat sasaran.







































