Matakita.co, Bantaeng- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Universitas Hasanuddin mengembangkan program digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bisappu, Kabupaten Bantaeng. (20/08/2026)
Program kerja individu tersebut digagas untuk membantu pelaku UMKM setempat memperluas jangkauan promosi produk sekaligus mendukung potensi wisata lokal melalui pemanfaatan teknologi digital.
Penanggung jawab kegiatan, Moh Alif Akbar Abidin B., mengatakan program itu dirancang untuk memperkenalkan berbagai produk UMKM Desa Bonto Salluang kepada masyarakat yang lebih luas. Website desa dimanfaatkan sebagai sarana promosi sekaligus etalase digital bagi produk lokal.
“Program ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa KKN-T dalam mendukung digitalisasi dan promosi potensi ekonomi desa. Kami berupaya membantu pelaku usaha kecil agar produknya lebih dikenal luas dan mampu bersaing di era digital,” ujar Alif, mahasiswa Program Studi Manajemen.
Dalam pelaksanaannya, Alif menambahkan fitur khusus UMKM pada website Desa Bonto Salluang yang sebelumnya telah dikembangkan oleh kelompok KKN-T.
Fitur tersebut memuat profil dan produk unggulan pelaku usaha di desa. Tidak hanya sebagai etalase digital, fitur UMKM juga dilengkapi tag lokasi atau geotagging yang menunjukkan posisi masing-masing usaha.
Menurut Alif, keberadaan fitur lokasi tersebut dapat memudahkan calon pembeli yang ingin mendatangi langsung tempat usaha. Data lokasi UMKM juga dapat membantu pemerintah desa memetakan persebaran pelaku usaha di wilayah Bonto Salluang.
“Melalui program ini, saya ingin membantu memperkenalkan setiap usaha kecil yang ada di Bonto Salluang sekaligus mendukung potensi wisata desa,” kata Alif.
Ia berharap keberadaan fitur tersebut dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM sekaligus wisatawan yang berkunjung ke Desa Bonto Salluang.
Dengan akses informasi yang lebih mudah, wisatawan dapat mengetahui lokasi dan produk UMKM yang tersedia sehingga peluang pembelian produk lokal dan oleh-oleh khas desa semakin terbuka.
“Semoga dengan ini, pengunjung website maupun wisatawan yang datang bisa lebih mudah menemukan produk-produk unggulan desa kita,” ujarnya. (**)







































