MataKita.co, Bantaeng — Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sulawesi Selatan menggelar Amil Camp di Pesantren Riyadussalihin, Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Jumat (22/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang penguatan ideologi Islam Berkemajuan sekaligus peningkatan kapasitas amil dalam menghadirkan program sosial yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantaeng, Drs. Samsu Samad, M.M., mengatakan kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari kesalehan sosial. Dalam kegiatan itu, peserta Amil Camp juga melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari gerakan Green Al-Maun.
“Menjadi khalifah di muka bumi berarti juga menjaga lingkungan. Kepedulian ekologis adalah bagian dari kesalehan sosial,” kata Samsu.
Sementara itu, Bupati Bantaeng yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Bantaeng, Muh. Tafsir, M.AP., menilai Lazismu memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem pengentasan kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan.
Menurut dia, persoalan kemiskinan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai sektor dengan tata kelola yang baik.
“Lazismu bukan hanya dakwah, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Pengentasan kemiskinan membutuhkan pendekatan multisektoral, kolaborasi, integritas, dan tata kelola yang baik,” ujarnya.
Ketua Lazismu Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Mahmuddin, M.Ag., menegaskan bahwa tugas amil tidak berhenti pada penghimpunan dan penyaluran zakat. Dana zakat, menurut dia, perlu dikelola secara produktif agar mampu menjawab persoalan masyarakat dan memberi dampak berkelanjutan bagi penerima manfaat.
Amil Camp kemudian dikemas dengan pendekatan partisipatif. Sekitar 30 persen kegiatan berupa penyampaian materi, sedangkan 70 persen lainnya diisi dengan aktivitas dan permainan kelompok.
Metode tersebut dirancang tidak sekadar sebagai penyegaran, tetapi juga untuk membangun solidaritas, kekompakan, serta memperkuat kerja sama antaramil dalam menjalankan program-program Lazismu.
Melalui Amil Camp, Lazismu Sulsel mendorong agar nilai-nilai ideologis Muhammadiyah diterjemahkan dalam kerja sosial yang konkret. Semangat Al-Maun tidak hanya diwujudkan melalui kepedulian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan pemberdayaan masyarakat.







































