Matakita.co, Parepare— Sebanyak 16 murid laki-laki kelas IX UPTD SMP Negeri 6 Parepare mengikuti kegiatan religiusitas yang digelar Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, 4–6 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung A.G.K.H. Abdurrahman Ambo Dalle Kota Parepare ini menjadi pengalaman religius bagi murid di luar rutinitas pembelajaran mereka di sekolah.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar tujuh sekolah pada gelombang ketiga, yakni UPTD SMPN 1, UPTD SMPN 6, UPTD SMPN 9, UPTD SMPN 10 Parepare, SMP IT Bina Insan, SMP Muhammadiyah, dan SMP Islam Daru Anwaaril Firdaus. Keikutsertaan murid bersifat wajib dan ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan, mental, karakter, kedisiplinan, serta pembiasaan ibadah.
Berbeda dengan pembelajaran agama yang umumnya berlangsung di ruang kelas, kegiatan ini menempatkan murid dalam suasana pembinaan yang lebih terstruktur dan terpantau. Murid mengikuti rangkaian kegiatan sejak sore hingga malam, kemudian kembali bangun sekitar pukul 03.00 untuk melaksanakan berbagai aktivitas, di antaranya salat malam, yasinan, mudzakarah, taklim, dan musyawarah pagi. Pada hari pertama, sebagian murid sempat mengalami kesulitan mengikuti ritme kegiatan, tetapi perlahan mulai terbiasa dan menikmati prosesnya.
Pengalaman tersebut juga melatih murid menghadapi hal-hal sederhana yang jarang mereka rasakan dalam rutinitas sehari-hari. Mereka harus tidur lebih awal dengan fasilitas seadanya dan berada dalam pendampingan guru, bersabar saat mengantre mandi maupun menerima makanan, serta berinteraksi dan membangun pertemanan dengan murid dari sekolah lain. Dalam waktu istirahat, beberapa murid bahkan terlihat membicarakan kembali materi yang disampaikan ustaz dan amir, menunjukkan bahwa proses pembinaan tidak berhenti ketika kegiatan utama selesai.
Kepala UPTD SMP Negeri 6 Parepare, Drs. Purwaka, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program Pemerintah Kota Parepare yang memiliki tujuan penting bagi pembentukan mental dan pemahaman keagamaan murid. “Kegiatan ini adalah salah satu program Pemerintah Kota Parepare yang tujuannya membentuk mental dan menata kembali pemahaman agama murid-murid, khususnya murid kelas IX yang tidak lama akan selesai di tingkat SMP,”* ujarnya (7/9/26)
Menurutnya, sebelum mengikuti kegiatan, murid juga diarahkan untuk bersungguh-sungguh, mengikuti kegiatan dengan tertib, serta menjaga nama baik sekolah.
Guru pendamping, Muhammad Rahman Nur, menilai kegiatan tersebut tidak hanya memberikan dampak positif bagi murid, tetapi juga bagi para pendamping. “Mendampingi murid dalam kegiatan ini tentu berdampak positif juga bagi kami yang mendampingi, karena saat murid mengikuti mudzakarah kami juga duduk mendengarkan, saat murid mengikuti taklim dan salat malam kami juga mengikuti. Artinya, secara tidak langsung kami juga sebagai peserta,” katanya.

Pengalaman tiga hari tersebut pun meninggalkan kesan bagi murid. Salah seorang peserta, Muhammad Nursyam, yang pada awalnya terlihat cukup kesulitan mengikuti kegiatan, akhirnya dapat menikmatinya karena kebersamaan dengan peserta lain. Secara umum, murid menganggap kegiatan tersebut seru dan menantang, bahkan masih ingin mengikuti kegiatan lebih lama. Sekolah berharap nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kebersamaan, sopan santun, serta kecintaan kepada masjid yang diperoleh selama kegiatan dapat terus diterapkan murid dalam kehidupan sehari-hari.








































