Home Edukasi Dai Tidak Boleh Fanatik

Dai Tidak Boleh Fanatik

0

MataKita.co – Tantangan dai dewasa ini sangat berat di tengah berbagai fenomena sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Apalagi dewasa ini, terdapat pula perilaku dai yang sering terkontaminasi dengan berbagai kepentingan, seperti kepentingan politik dan bisnis.

Namun demikian, di tengah tantangan dan kepentingan tersebut, seorang dai harus bersikap profesional dan istiqamah, dengan niat yang suci dalam menjalankan misi dakwah Islam.

Demikian antara lain pokok pikiran Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abd. Rasyid Masri, S.Ag.,M.Pd., M.Si., M.M., ketika membawakan materi tentang Dakwah dalam Pendekatan Kultural dan Multikulturalisme (Modal Sosial bagi Da’i) di Aula BPP Batang Kaluku Gowa, pagi ini.

Pada bagian lain materinya, tokoh masyarakat Ara Bulukumba ini mengatakan bahwa, seorang dai yang profesional juga tidak boleh fanatik buta, baik fanatik kepada budaya atau daerahnya, fanatik politik maupun fanatik organisasi. Itu semua harus ditinggalkan ketika berdakwah karena umat atau khalayak terdiri dari karakter dan latar belakang yang berbeda. Termasuk pula seorang dai harus toleran dan memiliki kebangsaan yang luas.

Pelatihan ini diadakan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar berlangsung selama tiga hari, 19-21 April 2019. Menurut Ketua Panitia, Dr. Syamsidar Usman, M.Ag., diikuti sebanyak 30 orang dari berbagai jurusan.

Wassalam
Haidir Fitra Siagian
Gowa, 19 April 2019

Facebook Comments