Home Literasi Opini: Tidur, Antara Kebutuhan atau Kebiasaan, Oleh :Muh Ikhwan (Alumni Fakultas Dakwah...

Opini: Tidur, Antara Kebutuhan atau Kebiasaan, Oleh :Muh Ikhwan (Alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINAM)

0

Opini: Tidur, Antara Kebutuhan atau Kebiasaan, Oleh :Muh Ikhwan (Alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINAM)

MataKita.co, Opini – Perputaran bumi mengakibatkan adanya rotasi yakni terjadinya perputaran waktu antara siang dan malam. Pergantian siang dan malam bukanlah suatu kebutulan atau fenome kebiasaan. Namun, terjadinya siang dan malam merupakan adanya revolusi bumi. Dalam pandangan islam, al-qur’an menyebutkan salah satu tanda-tanda penciptaan dan kebesaran Tuhan karena terjadi pergantian siang dan malam wallaili wannahar.

Bagi penghuni bumi, semua makhluk akan menikmati terjadinya pergantian itu. Ada yang menjadikan malam sebagai momentum untuk beristirahat dan ada pula yang menjadikan malam sebagai mata pencaharian. Begitu juga dengan siang, kecenderungan manusia dalam beraktivitas biasa terjadi pada siang hari. Ada yang menajadikan siang sebagai waktu dalam mencari kebutuhan hidup dan ada pula yang menjadikan siang sebagai waktu untuk beristirahat.

Berarti dalam menikmati pergantian waktu ini tergantung pada objeknya tentang bagaimana ia dalam memandang  dan memenuhi kebutuhannya.

Seperti yang dipaparkan diatas bahwa pergantian siang dan malam banyak dimanfaatkan oleh manusia. Salah satunya memanfaatkan pergantian waktu ini dengan beristirahat.

Dalam melakukan rutinitas kehidupan, manusia memiliki batas-batas energi yang dimilikinya. Kehabisan energi lah yang terkadang memicu setiap individu mengharuskan dirinya untuk beristirahat. Biasanya kehabisan energi diakibatkan oleh berbagai aktivitas atau kesibukan yang dilakukan, apakah aktivitas dilakukan pada siang atau malam hari. Yang jelas kehabisan energi pada diri manusia yang mengakibatkan nya mereka butuh untuk beristirahat.  Istrahat biasa dilakukan dengan bermacam cara, dilakukan dalam keadaan tidur seharian atau berliburan disuatu tempat.

Istrahat dengan cara tidur merupakan tradisi istrhat yang paling sering dilakukan oleh seseorang. Ada yang mengatakan bahwa tujuan tidur itu untuk bangun dan sebagainya. Namun tujuan tidur pada dasarnya untuk kembali mentralisir energi yang ada pada tubuh.

Berbagai literatur yang ada mengatakan bahwa tidur merupakan kebutuhan hidup seperti halnya makanan. Namun, selain dijadikan sebagai kebutuhan saya memandang bahwa tidur bukan hanya kebutuhan melainkan tidur merupakan kebiasaan.

Beberapa orang yang saya tanya apakah tidur adalah kebutuhan atau kebiasan?
Semua mengatakan bahwa tidur merupakan kebutuhan. Namun, jika saya memberikan pandangan bahwa tidur adalah kebiasaan dengan alasan pertama, seorang anak balita cenderung suka tidur dan bahkan tidurnya tepat diwaktu-waktu tertentu. Biasanya balita yang suka tidur siang akan tertidur kembali jika datang waktu siang, tidur kira-kira jam 10 maka tiba waktu jam 10 maka akan kembali tertidur. Kedua, seseorang yang suka tidur pagi dan melewatkan waktu subuh sangat susah untuk bangun.

Biasanya terjadi pada bulan puasa, setelah sahur banyak orang yang kembali tidur. Hal ini rutin dilakukan oleh seseorang yang sering tidur subuh, tiba waktu subuh maka dengan cepat ia akan merasa ngantuk.

Ketiga, menguap merupakan tanda-tanda seseorang ketika ingin tertidur. Biasanya menguap akan berhenti setelah tidur sekalipun sedikit. Keempat, mayoritas waktu tidur seseorang dilakukan pada malam hari. Pola tidur pada malam hari dilakukan karena siang dijadikan sebagai waktu untuk beraktivitas dan malam sebagai waktu untuk beristirahat. Maka tiba waktu malam pada jam tidur maka instrumen ngantuk akan bereaksi cepat.

Saya sering menyaksikan selama bulan ramdhan fenomen tidur pagi pada seseorang, mengapa mereka tertidur?
Kalau dilihat berdasarkan asas kebutuhan, perilaku tidur pada setiap individu akan dilakukan jika benar-benar habis energi.

Namun, ada beberapa orang yang kemudian memiliki energi yang ful sementara iapun suka tidur. Mungkin karena memang matanya sempit sehingga matanya suka tertutup sehingga tertidur. Saudara pernah melihat seseorang tertidur ditempat duduk, boleh jadi hal ini bukan sebagai kebutuhan tapi sudah menjadi kebiasaan.

Dari alasan-alasan diatas, selain tidur sebagai kebutuhan tidur juga merupakan kebiasaan sebab pembiasan pada waktu-waktu yang ada.

Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga waktu istrahat kita bernilai ibadah disisi Allah swt. Aamiin.

Facebook Comments