Home Berita Menengok Tradisi Suku Bajo Sambut Lebaran Idul Fitri

Menengok Tradisi Suku Bajo Sambut Lebaran Idul Fitri

0

Matakita.co (Gorontalo) – Suku Bajo atau Bajau, merupakan salah satu suku yang terkenal dengan kehidupan Lautnya, karena memang sumber penghidupan  hampir seluruh masyarakat Bajo adalah melaut.

Di Gorontalo, tepatnya di Tilamuta Kabupaten Boalemo Juga  di tinggali oleh warga Suku Bajo, Mereka tinggal di pesisir Pantai Tilamuta.

Dibulan Ramadhan Yang penuh Berkah ini, bukan hanya Warga Gorontalo yang memiliki tradisi dalam menyambut Bulan Ramadhan maupun Idul Fitri, Suku Bajo di Boalemo juga memiliki tradisi tersendiri yang mirip tumbilotohe dalam menyambut Hari Besar ini, Yaitu Tradisi Lunu Apepe.

Salah Satu Pemuka Adat Suku Bajo di Boalemo Kasmun Supu S.pd.i Menyampaikan Bahwa tradisi Lunu apepe adalah tradisi menerangi rumah Dengan Lampu, namun tidak dilaksanakan dengan meriah Layaknya Tumbilotohe. Hanya beberapa Lampu saja diletakkan di depan rumah.

Memaknai Lunu Apepe Suku Bajo Berharap semoga diterangi kehidupan, dirahmati, dilimpahkan keberkahan dan rezeki
” Kalau Kami Suku Bajo ada yang namanya Lunu apepe, namun tidak dilakukaan secara meriah,ada bacaan bacaan yang dibaca saat pemasangan Lampu itu, supaya diterangi jalan, diberikan rahmat oleh Allah dan dilimpahkan rezeki oleh Allah, apa lagi kan dibulan Ramadhan seperti ini” Ungkap Kasmun Supu

Selain Tradisi Lunu Apepe, setiap menjelang Idul fitri ada tradisi penjemputan secara adat oleh para petua adat, atau yang dikenal Para imam dan kepala desa maupun para orang  besar menuju ke Mesjid atau dalam istilah Bajo disebut nangga jamput punggawa bagal.

” Setiap Lebaran ada penjemputan secara adat punggawa kita, untuk dijemput kemesjid, setelah itu para Adat berdiri dibelakang para imam. setelah dilaksanakan Sholat idul fitri dilakukan Laporan adat kepada punggawa bahwa Sholat telah selesai” Jelasnya.

Kepala desa Bajo Suldi Budi Juga menambahkan Untuk menyemarakkan dan wujud syukur  saat lebaran, Suku bajo juga menggelar Lomba Perahu dayung ( Katinting ) yang di Laksanakan Saat idul fitri hingga menjelang hari raya ketupat. peserta Lomba perahu dayung bukan hanya diikuti oleh suku bajo namun terbuka untuk seluruh masyarkat Gorontalo guna menjalin tali silaturahim.

” Jadi setiap Lebaran kami mengadakan Lomba perahu dayung atau Katinting, ini bukan hanya diikuti oleh warga kami..ada juga yang dari desa desa lain. selain untuk mensyukuri datangnya idul fitri. juga untuk menjalin tali silaturahim terhadap sesama” Tutuo Suldi Budi. **(Didin)**

Facebook Comments