Home Berita Rubah Sampah Menjadi Emas, Sinergitas DLH dan Pegadaian Membuahkan Hasil

Rubah Sampah Menjadi Emas, Sinergitas DLH dan Pegadaian Membuahkan Hasil

0

Matakita.co (Gorontalo) – Sejak di louncingnya kerja sama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dengan Pegadaian Kota Gorontalo, masyarakat di 20 Kelurahan sudah mulai aktif memilah sampah menjadi emas. Rabu (19/06/2019)

Hal ini di lakukan agar sampah-sampah tidak terbuang percuma, dengan adanya inovasi ini sampah-sampah yang di Kumpulkan masyarakat Kota Gorontalo bisa di top up menjadi tabungan yang berupa emas.

Dengan Hal itu penekanan permasalahan sampah di Kota Gorontalo sudah mulai terminimalisir.

Junaidi Kiyai Demak mengatakan, Di setiap akhir tahun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selalu melakukan evaluasi, dan dari tiga tahun ini volume sampah yang hadapi Dinas Lingkungan Hidup kini mulai berkurang, yang dulunya 140ton/hari kini sudah menjadi 80ton/hari.

Menurut Junaidi dari pengurangan tersebut sudah dilakukannya evaluasi awal dari fungsi dua sampah yaitu, sampah organik dan sampah non organik.

“Sampah organik jelas sudah mulai berkurang dan non organiknya di manfaatkan di masing-masing wilayah. Jadi sembilan kecamatan itu ada yang Namanya TPS 3R, TPS 3R itu kami Galangkan melalui bank sampah yang ada di masing-masing kelurahan, di setiap kelurahan wajib memiliki 1 bank sampah.” Terang Junaidi.

“Untuk di kota Gorontalo satu-satunya yang pertama kali memiliki bang sampah Induk di Provinsi Gorontalo tepatnya di Kota Tengah Kelurahan Pulubala, tentu hal ini memiliki kebanggaan sendiri” tukasnya.

Agus Tokhid, selaku Deputi Bisnis menambahkan terkait dengan program memilah sampah menabung emas ini, merupakan kerja sama Pegadaian dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Gorontalo.

“Untuk program ini Pegadaian sudah berjalan, masyarakat yang tinggal di dekat Bank sampah induk sudah di arahkan, bahwa sampah mereka sudah tidak di buang lagi, sampa mereka yang sudah terpilah akan di tukarkan dengan top up tabungan emas.” Jelas Agus Tokhid

Sejauh ini Dinas Lingkungan Hidup bersama dengan Pegadaian lebih memfokuskan di kelurahan yang padat penduduk dan sampah, sudah ada 200 rekening partisipasi masyarakat memilah sampah dari pegadaian yang sudah ada.

Facebook Comments